Operator SPBU  & Sopir Truck Pengangkut BBM, Akui Pengambilan Solar 5 Ton Untuk Nelayan Sesuai Perwalikota Probolinggo No. 140 Th 2000

Probolinggo, RepublikNews – Sebuah Mobil Truk N 98xx UR warna Hijau berisi puluhan drum ukuran 200 Liter didapatkan sedang mengisi BBM jenis solar di SPBU 53.672.xx di jalan soekarno-Hatta Sukabumi Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo. Baik sopir dan operator mengatakan bahwa drum-drum ukuran 200 Liter tersebut di isi solar digunakan untuk para nelayan di Mayangan yang saat ini sedang mengalami kelangkaan solar akibat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) sedang tidak ada Stok/belum mendapat kiriman.

Berdasarkan Banner yang di tempelkan pada belakang Bak truck bertuliskan ARMADA PENGAMBILAN SOLAR BAGI NELAYAN atas nama HNSI Kota Probolinggo. Mereka mengaku sudah sesuai dengan peraturan yang ada yaitu Perwali Kota Probolinggo No. 140 Th 2000. Sehingga menurut mereka apa yang sudah dilakukan tidak melanggar hokum dan peraturan yang ditetapkan baik oleh pemerintah daerah ataupun pusat.

Namun jika mengacu pada peraturan yang ada, Nelayan harusnya mendapat jatah dari SPBU di dalam pelabuhan. Tapi karena stok kosong persediaan solar di area Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan sangat berdampak pada mata pencaharian para nelayan di Pelabuhan Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Sehingga para nelayan yang biasanya bisa mendapatkan solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), kini harus mencari keluar area Pelabuhan. Meskipun sebenarnya hal ini tidak diperbolehkan.

Akan tetapi yang menjadi pertanyaan, Benarkah Mobil Truk nopol  N 98xx UR warna Hijau merupakan unit resmi milik Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Probolinggo seperti yang tercantum pada Banner di bak Truck dengan bertuliskan “ARMADA PENGAMBILAN SOLAR BAGI NELAYAN – HNSI Kota Probolinggo !” Benarkan HNSI Kota Probolinggo Memberikan rekomendasi bahwa untuk penggambilan Solar di SPBU dengan menggunakan Truk dan Drum berisi 200 Literan..? Lalu kenapa Para Operator dan Sopir dil SPBU begitu gugup dan bersikap arogan saat dikonfirmasi oleh wartawan media ini, bahkan melarang wartawan untuk tidak mendokumentasi kegiatannya jika apa yang mereka kerjakan adalah hal benar…?

Dari hasil penelusuran awak media ini, kelangkaan solar di sejumlah wilayah terjadi karena adanya penyelewengan penggunaan solar subsidi baik oleh oknum pengusaha ataupun industri besar yang sengaja melakukan kecurangan kecurangan dengan berbagai modus untuk melancarkan usahanya dalam meraup keuntungan pribadi ataupun golongan tertentu.

Mengacu pada hal tersebut yang dimungkinkan terjadi adanya dugaan penyelewengan BBM Solar yang di lakukan oleh oknum nakal yang dengan sengaja memanfaatkan kelangkaan Solar di pelabuhan wilayah kota Probolinggo. Awak media ini akan melayangkan surat konfirmasi keberbagai instansi terkait seperti kepada HNSI Kota Probolinggo, Pengelola SPBN Pelabuhan Mayangan, Pihak SPBU terkait dan juga Walikota Probolinggo. (Is/red49)

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.