Di Rumah Kontrakan Inilah, Oknum Kyai Bersama Wanita Muda Dan Miras, Di Grebek Warga

Jombang, RepublikNews – Kyai atau kiai adalah orang yang memiliki keilmuan dibidang agama Islam, amalan dan akhlak yang sesuai dengan ilmunya. Kyai adalah orang-orang yang memikirkan dan menghayati ayat-ayat Allah yang mengagumkan sehingga mereka dapat mencapai ma’rifatullah secara hakiki.

Seorang Kyai adalah tokoh sentral dalam suatu pondok pesantren, maju mundurnya pondok pesantren ditentukan oleh wibawa dan kharisma sang kyai. Karena itu, tidak jarang terjadi, apabila sang kyai di salah satu pondok pesantren wafat, maka pamor pondok pesantren tersebut merosot karena kyai yang menggantikannya tidak sepopuler kyai yang telah wafat itu.

Namun apa yang terjadi jika ada seorang oknum kyai yang seharusnya menjadi panutan santrinya ataupun masyarakat yang sangat mensakralkan namanya justru berbuat yang tidak senonoh. Dimana kelakuannya tidak mencerminkan hal baik untuk di tiru dan di duga malah memanfaatkan predikatnya sebagai kyai hanya untuk menutupi kebobrokan akhlaqnya dan menjadikan wanita sebagai pemuas nafsunya belaka..?

Seperti halnya yang terjadi di Jombang, pada bulan Mei Tahun 2021 lalu tepatnya pada bulan Suci Ramadhan 1442 H. Dari informasi yang di dapat awak media ini, berikut keterangan warga setempat. HS (*inisial-red) merupakan Seorang kyai pengasuh dan pendiri Yayasan Pondok pesantren ternama yang juga sebagai sesepuh serta pengurus cabang Nahdlatul Ulama (NU) di kecamatan Diwek kabupaten Jombang, harus berurusan dengan warga karena ketahuan bersama wanita muda yang di akui sebagai istri sirinya sedang berduaan di rumah kontrakan.

Ironisnya kejadian ini bertepatan pada bulan suci Ramadhan sehabis sholat taraweh. Dan lebih miris lagi pada saat di grebek warga, didalam rumah kontrakan tersebut, HS ini didapati bersama wanita muda, yang di akui sebagai istrinya sedang minum Anggur Merah (jenis minuman keras berkadar alkohol 20%).

Rumah kontrakan tersebut ada di salah satu desa wilayah kecamatan Gudo. Dan tempat kejadian dekat dengan rumah ketua RT sebelah yang hanya dibatasi pagar bambu dan pekarangan kosong. Sementara Rumah kontrakan ikut lingkup warga RT.11.

Ketua RT. 13 yang kebetulan samping rumah kontrakan saat dikonfirmasi mengatakan, Kontrakan tersebut walaupun mepet rumah saya tapi tidak ikut lingkup RT saya, itu ikut RT. 11 dan ketua RT nya wanita namanya “IW” (*inisial-red),” katanya.

Ia membenarkan peristiwa penggerebekan tersebut. Mereka pada waktu itu masih belum lama tinggal di kontrakan itu, ya kurang lebih 3 bulanan paska penggrebekan. Penggerebekan itu sendiri terjadi pada bulan puasa seusai sholat taraweh sekitar pukul 20.30 WIB,” terang ketua RT. 13

Masih kata RT. 13 Kepada wartawan media ini mengatakan, “waktu itu Warga bersama perangkat desa setempat melakukan penggerebekan terhadap HS karena warga mendengar desas desus bahwa lelaki yang tinggal di rumah kontrakan tersebut adalah seorang kyai, sedang wanitanya diduga adalah istri sah orang lain,” pungkasya.

Baca Juga:  Kecelakaan Tabrak Lari Korban Meninggal Dunia Di TKP

Saat awak media ini menuju Rumah ketua RT. 11, untuk meminta keterangan lebih lanjut, namun rumah tersebut dalam kondisi tertutup rapat pintunya, kemungkinan besar penghuninya lagi tidak di rumah.

Dari hasil penulusuran awak media selanjutnya, didapatkan beberapa data berupa potongan foto-foto syur tanpa busana, nampak seorang lelaki paruh baya bersama wanita muda, yang diduga foto tersebut adalah HS. Selain itu beberapa keterangan yang sangat memprihatinkan terkait figur seorang oknum kyai ini. Menurut beberapa narasumber baik dari unsur warga, pemuda juga sesepuh yang ada di sekitaran pondok pesantren.

Sosok HS merupakan seorang oknum kyai yang punya perilaku gunggungan atau arogan. Serta dikenal doyan daun muda, kawin siri sana sini. menurut keterangan narasumber, HS mempunyai banyak istri simpanan.

Menurut keterangan dari salah satu narasumber, HS mempunyai banyak istri dan semuanya berstatus istri siri. Beberapa di antaranya istri mantan pensiunan PNS. Dengan istri mantan pensiunan PNS ini, dia di karuniai 2 orang anak, sedang dengan istri sahnya sendiri HS tidak mempunyai Anak.

Di desa Sebelah Hs juga punya istri siri, dia menikahi wanita mantan pensiunan PNS, dan bersama istri sirinya itu dikarunia dua anak, kalau gak salah kedua anaknya tersebut belum mempunyai akte kelahiran, ” terangnya.

Masih menurut narasumber, HS juga punya istri siri seorang Grab, juga punya istri siri seorang sales Rokok dan kabar terakhir menikah lagi dengan seorang perawat yang bekerja di salah satu rumah sakit di Jombang. Istrinya yang perawat ini masih muda dan di tempatkan di salah satu Perumahan sekitar desa Ceweng,” terangnya.

Lebih lanjut, dari hasil penulusuran tim awak media ini, Ternyata HS selain sebagai pengasuh dan Pendiri Yayasan ponpes ternyata juga orang yang sangat berpengaruh dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU) baik di Ranting maupun MCNU di salah satu kecamatan wilayah Jombang.

Dilain pihak didapatkan sebuah informasi bahwa baru baru ini HS dikabarkan menerima bantuan Dana sebesar 1 Milyar rupiah dari sebuah Partai untuk pembangunan masjid wakaf yang ada di sekitaran pondok pesantrennya. Namun setelah di pertanyakan oleh masyarakat setempat, HS berdalih itu bukan bantuan buat pembangunan masjid tapi untuk yayasan pondok pesantren yang di dirikan nya.

Menurut keterangan yang ada sebelumnya kyai ini pernah membuat status di Whatsappnya memamerkan buku rekening banknya sebesar dan dalam status tersebut di tulis oleh kyai “Bantuan untuk pembangunan Masjid’.

“HS pernah membuat status di whatsappnya, menerima bantuan untuk pembangunan masjid 1 milyar, sempat kami tanyakan kepada HS bahkan juga pada Kades setempat, tapi berdalih bilangnya itu bantuan buat yayasannya,” papar warga.

Baca Juga:  Mencuri Hp, Pria Paruh Baya Digelandang Ke Mapolsek Ploso

“Menurut kami, Hal yang terkesan sangat janggal, seperti ada sesuatu maksud pada dana bantuan 1 Milyar tersebut, HS ini seorang warga NU, pengurus NU kok menerima dana bantuan dari sebuah partai, Ada maksud apa Partai non Islam tersebut memberikan bantuan sebesar itu kepada nya..sedang dulu dia pernah menolak sebuah bantuan dana dari Partai Islam sendiri yaitu PKB? ,” Gerutu warga yang tak mau di sebut namanya.

Sementara itu saat wartawan media ini bertandang ke rumah HS di Pondok Pesantrennya, untuk konfirmasi kebenaran info tersebut kepada HS, yang bersangkutan sedang tidak ada di tempat. Salah seorang santri di tanya mengatakan kyai sedang tidak ada. Namun terlihat ada kendaraan roda empat jenis Elf, Pick up juga Innova di depan Pesantren.

Ulama dan sesepuh setempat yang juga pengasuh pondok pesantren yang ada di Kecamatan Diwek saat wartawan RepublikNews bersilahturahmi dan meminta saran serta petunjuknya terkait temuan permasalahan ini mengatakan, jangan takut untuk menegakkan kebenaran, siapapun yang salah baik pejabat ataupun seorang Ulama, Kyai pun harus di adili seadil adilnya.

Ingatkan mereka atau yang bersangkutan bila apa yang kamu lihat itu salah, katakan pada mereka itu salah. jangan sembunyikan kebenaran. Apalagi kepada orang yang dengan sengaja membawa bawa agama ataupun memanfaatkan predikat dirinya sebagai seorang Kyai untuk kepentingan diri sendiri dengan dalih untuk agama dan atas nama agama Islam khususnya.

Dalam Al-Quran disebutkan, “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu para penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap kedua orang tua dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (untuk kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan untuk menjadi saksi, maka ketahuilah bahwa Allah Maha teliti terhadap segala sesuatu yang kamu kerjakan.” (Q.S An-Nisa: 135)

Untuk kalian sebagai Wartawan, ingatlah kalimat Allah dalam ayat tersebut. Jadikanlah suatu pegangan untuk menjalankan tugas kalian. Sekali lagi saya katakan jangan takut untuk menegakkan kebenaran, Haq katakan Haq dan yang bathil katakan bathil,” pesannya.
(Sm/Im/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!