Ditengah Melonjaknya Harga Minyak Goreng, Digelar Pasar Murah di Depan Kantor Pemkab Lumajang

LUMAJANG,Republiknews – Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) memantau langsung pelaksanaan operasi pasar murah minyak goreng, bertempat di Depan Kantor Pemerintah Kabupaten Lumajang, Senin (25/4/22).

Turut hadir, Dandim 0821 Lumajang, Kapolres Lumajang, Asisten Perkonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Lumajang, serta beberapa Kepala Perangkat terkait di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Target dari sasaran operasi pasar yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lumajang, yaitu para pelaku usaha mikro dan kecil, seperti pedagang kaki lima yang terdampak, akibat melambungnya harga minyak goreng di pasaran.

Saat berada dilokasi pasar murah, Bunda Indah mengungkapkan, bahwa dirinya senang dengan adanya operasi pasar murah ditengah lonjakan harga minyak goreng di pasaran, karena dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga yang terjangkau.

Lanjut dia, harga awal minyak goreng Rp15.500 per liter, sedangkan minyak goreng dihitung menggunakan kilogram sehingga mempersulit masyarakat dalam perhitungan pembelian. Mendengar hal itu, Wakil Bupati melakukan negosiasi terhadap harga minyak goreng. Alhasil, batas maksimal masyarakat bisa membeli 16 kilogram atau 18 liter dengan harga Rp13.800 per liter.

“Jadi, ada konversi dari kilogram ke liter, sedangkan masyarakat taunya perliter. Akhirnya setelah kita cek dan hitung disepakati 16 kilogram itu ada 18 liter. Jadi, ketemu Rp248.000 itu mendapat 16 kilogram atau 18 liter dengan harga per liternya Rp13.800,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa operasi pasar murah kali ini, pihaknya menyiapkan stok sebanyak 7.200 liter minyak goreng, dan hampir 90 persen warga yang ikut antrian adalah pedagang kecil seperti penjual gorengan, keripik, kerupuk maupun warung.

“Saya harap masyarakat senang dan tidak panik dengan melambungnya harga minyak goreng. Kita lihat mereka rela panas-panas untuk antri sepanjang ini. Semoga ini menjadi perhatian untuk pemerintah pusat, bahwa minyak goreng itu menjadi sebuah kebutuhan bagi ibu rumah tangga maupun para pengusaha kecil,” pungkasnya.

 

(Atman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.