AKBP ANDI SINJAYA : KAMI AKAN TINDAK TEGAS PENIMBUN DAN SPEKULAN MINYAK GORENG DI SITUBONDO

SITUBONDO,Republiknews– Menindak lanjuti perintah Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si terkait kelangkaan bahan pangan khususnya minyak goreng. Kapolres Situbondo AKBP Dr. Andi Sinjaya, S.H., S.I.K., M.H. akan turun langsung ke lapangan guna cek kembali stok dan harga minyak goreng, serta mengawasi pendistribusian minyak goreng dari produsen, distributor, agen hingga pasar, baik tradisional juga modern.

Kapolres Situbondo AKBP Dr. Andi Sinjaya, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa Kapolri dan Mendag Muhammad Lutfi sudah sepakat untuk bekerja sama mengatasi kelangkaan minyak goreng dengan memerintahkan seluruh jajaran Polri untuk turun langsung kelapangan dan menindak tegas bagi siapa saja yang berani menimbun minyak goreng.

Menjelang Ramadhan, Polres Situbondo telah menerima informasi dari masyarakat terkait adanya kelangkaan minyak goreng di beberapa Kecamatan. Untuk itu, AKBP Dr. Andi Sinjaya, S.H., S.I.K., M.H. akan turun langsung ke lapangan bersama instansi terkait untuk mengecek langung dan apabila ditemukan ada yang bermain-main seperti menimbun atau menjual diatas harga yang ditentukan pemerintah, maka Polri tidak segan-segan untuk menindak tegas.

Lebih lanjut, AKBP Dr. Andi Sinjaya, S.H., S.I.K., M.H. juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor minyak goreng, toko-toko besar dan toko retail sebagai upaya menyikapi kelangkaan minyak goreng khususnya di Kabupaten Situbondo.

“Kami akan turun langsung, cek terkait kelangkaan minyak goreng. Jadi jangan main-main bagi penimbun dan spekulan yang tidak menanggapi warning dari Kapolri, Kami akan tegakkan sesuai peraturan.“ Kata AKBP Dr. Andi Sinjaya, S.H., S.I.K., M.H.

Terkait kelangkaan tersebut, Kapolres Situbondo AKBP Dr. Andi Sinjaya, S.H., S.I.K., M.H. akan melaporkan secara berjenjang kepada pimpinan. Sehingga nantinya akan dilakukan koordinasi dengan stakeholder terkait untuk menindak lanjuti fenomena kelangkaan minyak goreng yang ada di lapangan.

Selain itu, AKBP Dr. Andi Sinjaya, S.H., S.I.K., M.H. menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembelian minyak goreng secara berlebihan “panic buying” karena hal tersebut bisa jadi salah satu faktor stok minyak goreng di toko retail dan toko tradisonal menjadi langka atau habis stoknya.

“Kita imbau kepada warga untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan “panic buying” yang nantinya justru akan menyebabkan terjadinya kelangkaan minyak goreng di lapangan. Belilah kebutuhan bahan pangan apa saja sesuai kebutuhan.“ Himbau AKBP Dr. Andi Sinjaya, S.H., S.I.K., M.H.

 

(Agung Ch)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.