MIRIS, JEMBATAN KALI JATI SAYUTAN BERPOTENSI BESAR MEMBAHAYAKAN PENGGUNA JALAN

Magetan RepublikNews – Jembatan Kali Jati yang ada di perbatasan antara desa Sayutan dan Trosono keberadaanya sangat memprihatinkan. Selain kondisi jembatan yang telah uzur, jembatan tersebut minim pengaman sehingga sangat membahayakan pengguna yang lewat apalagi di malam hari dan musim penghujan.

Sumadi salah seorang pengguna jalan yang di temui di lokasi pada Sabtu (29/1 2022) mengatakan bahwa ia pernah hampir terjatuh ke jurang di samping jembatan tersebut beberapa hari yang lalu, ia menceritakan bahwa pada waktu kejadian ia sedang melintas dari selatan menuju arah Kecamatan Parang dalam kondisi hujan, disamping itu jembatan tersebut sedikit licin di karenakan badan jalan di penuhi tanah dan mengakibatkan sepeda motornya sedikit hilang kendali dan ambruk. Sumadi pun juga hampir terperosok ke bawah jembatan. Sejak kejadian itu ia mengaku sangat was was jika melintas di jembatan setinggi 6 meter tersebut apalagi di musim penghujan dan pada malam hari.

“Menawi kulo mboten tegen, kulo mesti pun nyemplung ten andap mriku mas, amargi jembatan niki kan mboten wonten palangipun”. Tutur Sumadi dalam bahasa jawa yang artinya, “Jika saya tidak mampu menguasai (kendaraan) pasti saya sudah terjatuh ke bawah situ mas, karena jembatan ini tidak ada pagar pengamannya”.

 

Di konfirmasi pada pemerintahan desa setempat, seorang perangkat yang enggan di sebut namanya mengatakan bahwa sebenarnya pemerintah desa telah mengusulkan pembangunan ataupun rehabilitasi melalui Musrenbang baik itu tingkat Kecamatan maupun Tingkat Kabupaten, dan terealisasi di tahun 2021 kemarin. Namun ternyata Kabupaten melalui DPUPR hanya mengadakan penambalan di bagian bawah sedang secara keseluruhan, atas jembatan tidak tersentuh.

“Sudah mas, jembatan tersebut sudah pernah kami usulkan pembangunannya melalui musrenbang, tapi ternyata hanya di tambal bagian bawahnya pada tahun kemarin. Sedang untuk atas jembatan sampean tau sendiri bahwa sama sekali tidak ada pagarnya sebagai pengaman jembatan tersebut”.

Sementara salah seorang tokoh masyarakat Sayutan juga memberikan komentar, “Masalah itu memang harus segera di tangani, mengingat jembatan itu merupakan satu satunya akses bagi masyarakat, dan bukan hanya menghubungkan antar desa, tapi juga antar kabupaten.

Jangan sampai terjadi peristiwa yang nantinya menimbulkan kerugian materi maupun jiwa, selain itu lebar jembatan seharusnya juga sudah di perlebar menyesuaikan perkembangan saat ini, “Ungkapnya yang tidak mau di sebut namanya kepada awak Republik News.

Di dalam pantauan, jembatan Kali Jati tersebut memang terlalu sempit bahkan untuk ukuran kendaraan sejenis pick up saja tidak bisa bersimpangan dan harus bergantian dalam melintasinya. Dan pagar jembatan di tandai dengan potongan bambu bahkan semak semak banyak tumbuh di sisi jembatan.

Sungguh pemandangan yang membikin miris pengguna jalan dan sangat membahayakan keselamatan warga dan pengguna jalan yang lewat. Sampai berita ini di turunkan Media Republik News belum berhasil meminta klarifikasi kepada pihak DPUPR kabupaten Magetan terkait hal tersebut. (iwn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.