Luberan Limbah Tinta “CV. Sumber Artha” Desa Ketemasdungus Puri Mojokerto Cemari Lingkungan

Mojokerto, RepublikNews – Bermula dari informasi masyarakat bahwa ada pengurukan lahan kosong yang berada tepat di sebelah CV. SUMBER ARTHA , Kamis 23/12/21 awak media ini langsung bergegas meninjau lokasi, karena informasi sebelumnya bahwa lokasi tersebut belum ada ijin tertulis dari pihak pemerintah desa setempat, namun saat berada di lokasi pengurukan awak media berusaha menghubungi kepala desa, dalam keterangan yang disampaikan melalui handphone kades mengatakan bahwa kemarin sudah memberi ijin pengurukan tersebut.

Tindakan nakal sebuah perusahaan yang memproduksi kertas karton yang berada di wilayah kecamatan Puri kabupaten Mojokerto amat sangat disayangkan, Saat di tinjau lokasi pengurukan ada pemandangan yang sangat tidak diharapkan masyarakat,yakni ada luberan air berwarna hitam pekat dan sangat berbau, saat dilakukan konfirmasi ke pihak security perusahaan yang ikut jaga di lokasi pengurukan mengatakan bahwa itu limbah tintah tapi tidak tau asalnya.

Sementara itu keterangan lainnya yang kami dapatkan dari pihak yang bekerja dalam pengurukan itu, ada intruksi dari pihak HRD untuk mendahulukan lokasi yang ada luberan cairan yang kita duga kuat limbah B3.

Selang beberapa menit datanglah Muksin selaku HRD CV.SUMBER ARTHA, saat kita konfirmasi di lokasi melubernya cairan tinta tersebut,vMuksin awalnya mengelak bahwa itu limbah tinta, namun akhirnya mengakui bahwa itu limbah tinta,tapi Muksin tidak tau mengalirnya dari mana kok bisa hingga keluar dari bak penampungan yang ada di dalam perusahaan.

Dalam hal ini diduga untuk menghilangkan dan menutupi bau yang ada,Muksin memberi instruksi untuk segera menguruk kumpulnya cairan berwarna hitam pekat dan bila terkena kulit terasa gatal itu kita buktikan saat pengambilan contoh cairan dengan disaksikan oleh pihak security

Sekitar pukul 12.30wib, kepala desa ketemasdungus didampingi salah satu anggota DPRD yang juga sebagai warga setempat mendatangi lokasi pengurukan, namun sayang hanya sedikit yang masih tersisa luberan cairan yang diduga limbah tinta karena sebagian besar sudah diuruk oleh tanah yang didatangkan dari wilayah Gondang dan Ngoro Mojokerto

Raut wajah kecewa ditunjukkan oleh kepala desa Ketemasdungus, karena kades beralasan dan kuatir cairan yang meluber dan meresap ke dalam tanah suatu saat akan berdampak ke sumber air warganya, begitu pula H.akhiyat, sebagai anggota dewan sangat menyayangkan dengan apa yang terjadi, karena sebelumnya sudah memperingatkan jangan sampai ada pengurukan dulu,karena pemerintah kabupaten melalui bapeda dan dinas perijinan telah menggodok dan secara bertahap merubah mengenai letak tata ruang pembangunan khususnya di wilayah yang dinilai lahannya subur untuk pertanian

H.akhiyat menambahkan jika perusahaan bersikeras tidak mematuhi peraturan pemerintah, tindakan tegas dengan melibatkan pihak penegak hukum juga penegak perda dan dinas lainnya, sementara Muksin membantah bila sengaja membuang limbah tinta itu,tapi ketika ditinjau bersama ada gorong-gorong dengan ukuran yang sangat besar mengalir air berwarna hitam pekat menuju ke saluran irigasi sama persis yang ada di lokasi pengurukan

Lagi-lagi Muksin tidak tau itu air limbah atau tidak, Muksin juga mengatakan bahwa kemarin dari pihak dinas lingkungan hidup kabupaten telah meninjau bak penampungan limbah cair yang ada di belakang pabrik,dari hasil sidak dinas lingkungan hidup mengatakan bahwa perlu ada beberapa pembenahan yang harus dilakukan pabrik, soal hasil uji laboratorium belum diberikan hingga hari ini”ungkap Muksin kepada anggota dewan dan kepala desa Ketemasdungus. (Tim9)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.