DIDUGA MENGHINA BAWAHANNYA, OKNUM PIMPINAN KORWIL BANYUGLUGUR BERUJUNG DILAPORKAN KE BUPATI

Situbondo, RepublikNews – Guna memberikan klarifikasi persoalan, atas perseteruan dengan pemimpinnya, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja sebagai staff Korwil (Koordinator Wilayah) Banyuglugur, inisial HF (39), akhirnya datang memenuhi panggilan pemeriksaan di kantor Inspektorat Kabupaten Situbondo. Selasa (22/9/21)

Berdasarkan isi keterangan surat pengaduan secara tertulis, yang ditujukan kepada Bupati Situbondo Drs. H. Karna Suswandi, M.M, oknum pimpinan Korwil Banyuglugur (inisial DS) diduga melakukan unsur kesewenangan jabatan dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap HF.

“Karena saya merasa sudah tidak kuat lagi menghadapi penghinaan, cemoohan dan cibiran DS, maka dengan terpaksa saya melayangkan surat pengaduan tentang keluhan yang saya alami terkait perilaku semena-mena DS terhadap saya.” Jelas HF mengawali percakapan.

Ia menambahkan, “Ucapannya itu sangat menyakiti hati saya mas. Saya merasa terzalimi dengan tutur kata beliau yang menyebut bahwa saya ini orang kere, miskin dan sebagai wanita nakal.” Terangnya sedih, seraya mata berkaca-kaca.

Menurut pengamatan dan analisa redaksi, momentum perlawanan akibat tekanan batin HF, nampaknya buntut dari dugaan penindasan yang diciptakan oleh DS oknum pimpinan Korwil Banyuglugur.

Lebih lanjut, wartawan media ini kemudian mengkonfirmasi pihak lain di lingkungan Korwil Banyuglugur guna mendapat informasi sambungan. Menurut kesaksian inisial PU, Tindakan dan perbuatan DS selama menjabat menjadi pimpinan, jelas telah memanfaatkan kewenangan untuk berbuat semena-mena dalam menghina HF.

“Saya waktu itu mendengar dan menyaksikan sendiri mas. Bahwa DS mengatakan kere, melarat, wong nggak duwe kepada bawahannya HF. Hal itu, sebenarnya tidak layak dilontarkan sebagai seorang pemimpin. Tentu hal ini akan berimbas kepada kinerja kita bersama, karena kita merasa kurang nyaman atas perilaku DS.” Bebernya.

Tidak hanya itu, ungkapan senada juga diutarakan oleh inisial SR. Ia menjelaskan, Perlakuan DS terhadap HF dapat menimbulkan keresahan para pegawai. Apalagi ketika marah, sering tak terkontrol.

“Orang kantor merasa resah. Beliau ini kalau ngomong, antara omongan yang satu dengan omongan lainnya itu berbeda-beda. Jadi memang agak nggak sinkron, dan ada melencengnya. Kalau pas marah sangat keras sekali, tidak peduli walaupun ada orang lain disekitarnya.” Kata SR sembari membenahi maskernya.

Kendati demikian, KR ditempat yang sama berharap adanya perubahan yang lebih baik lagi di tubuh kedinasan Korwil Banyuglugur. Menurut nya, seorang pemimpin semestinya bisa mengayomi, khususnya kepada teman-teman staffnya, agar mereka merasa mempunyai pimpinan.

Sedangkan, oknum pimpinan Korwil Banyuglugur yang juga merangkap jabatan sebagai Kepala Sekolah di SDN 4 Belimbing Besuki, ketika dikonfirmasi awak media mengelak dan mengatakan kalau yang dikatakan mereka itu tidak benar.

“Awalnya sudah kita dibicarakan 4 mata bersama HF. Kalau ada kesalahan saya mohon maaf sebagai pimpinan dalam menegur anak buah saya. Awalnya kan dari hutang piutang, yang melibatkan Abdullah dari Korwil Besuki. Nah, dari situ saya kan merasa malu. Anak buah saya pinjam ke Korwil Besuki, saya jadi nggak enak. Kalau seperti ini terus, takutnya HF bisa mudah hutang ke yang lain lagi.” Paparnya

Ia melanjutkan, “Kalau keterangannya di kwitansi tentang pinjam uang, masa “dibayar lain”. Saya bukan benci terhadap HF, semuanya saya rangkul loh. Kalau seumpamanya saya salah dalam menegur, ya saya mohon maaf. Nanti kedepannya, saya mau belajar dari kejadian ini. Saya ingin belajar dari kekurangan saya ini.” Pungkasnya.

Mendengar jawaban seperti itu, redaksi selanjutnya akan mendatangi Abdullah dari Korwil Besuki. Untuk konfirmasi, meminta kejelasan serta keterangan yang sudah disampaikan oleh kedua belah pihak yang berseteru dalam mengklaim pembenarannya masing-masing.

Sementara, Juwito selaku pengendali teknis di Irban Investigasi dan TB Inspektorat Daerah Kabupaten Situbondo, ketika dikonfirmasi secara terpisah menerangkan bahwa pemanggilan ini merupakan langkah awal. Keterangan, data dan bukti belum bisa diberikan.

“Kita masih belum bisa memberikan keterangan mas. Karena baru kemarin kita konfirmasi ke Korwil Banyuglugur. Jadi kita masih baru action. Kita masih dalam proses mengumpulkan data dan bukti-bukti. Mohon ditunggu ya, kalau sudah selesai kan nyaman saya memberikan informasi nya.

(Agung Ch)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.