Warga Kalibagor Mengeluh “Listrik Sering Padam” Inilah Penyebabnya..!

Situbondo, RepublikNews – Pasokan listrik mempunyai peranan sangat penting dalam memenuhi kebutuhan hajat hidup orang banyak. Pasalnya, selain memudahkan segala keperluan, juga bertujuan untuk meningkatkan mutu taraf aktivitas masyarakat terutama penerangan pada waktu menjelang malam.

Setrum yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, akan berakibat menurunkan denyut kegiatan keseharian masyarakat pengguna. Bahkan ditengarai secara prinsip, adanya gangguan tersebut terkadang sering mengacaukan pendapatan mitra usaha.

Seperti halnya pemadaman aliran listrik oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang terjadi di Kp Krajan, Desa Kalibagor, Kecamatan Kota, Kabupaten Situbondo. Rabu sore (1/9/21)

Dampak gangguan kelistrikan yang berlangsung setelah Ashar itu, sempat membuat bingung dan menjadi keluhan warga setempat.

“Waduh belum sempat setrika dan ngecas HP, listrik malah mati. Baterai pas langsung drop lagi. Hemm, padahal ada keperluan nanti. Semoga cepat nyala listrik nya.” Ungkap Ervin kepada awak media.

Menjelang magrib, sekitar pukul 17.30 WIB, gangguan aliran listrik sudah dapat dipulihkan (nyala). Namun, masih ada kejanggalan. Ditemukan beberapa jumlah rumah lainnya yang belum bisa kembali normal dan dalam keadaan gelap gulita.

Agar “sambatan” warga setempat bisa direspon dengan segera, wartawan media RepublikNews membantu menyampaikan informasi ini kepada Suhartini, selaku Kepala Bagian Pusat Pelayanan Pelanggan PLN.

“Akan kami teruskan (Informasi*Red) ini ke bagian teknik PLN bapak. Mungkin bapak ada nomer ID Pelanggan atau nomor meter rumah yang padam..? Kedepannya, (Setiap warga*Red) nanti bisa langsung melaporkan lewat aplikasi PLN Mobile. Apakah bapak sudah mendownload PLN mobile..?” Balas Suhartini sembari mempromosikan nama aplikasi tersebut.

Dalam tempo kurang dari 30 menit, petugas tehnik kantor PLN mendatangi lokasi. Lebih lanjut, langsung melakukan observasi penelusuran permasalahan gangguan kelistrikan.

Edi (bagian teknik gangguan listrik) mengatakan, “Insiden adanya mati lampu tersebut, diduga karena ada kabel yang “ngefong”. Ada kelonggaran pada sambungan kabel, yang menyebabkan putusnya aliran listrik. Kami perbaiki dengan cara menyambung ulang, dan kabel yang kendor lebih dikencangkan lagi.” Jelas Edi.

Taufik Rahman, sesama rekan kerjanya menambahkan, “Pengaduan konsumen akan kita respon, meski itu tengah malam. Walaupun jam 1 atau jam 2, jika ada laporan gangguan, pasti akan kita datangi dan akan kita tangani mas.” Pungkasnya. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.