Miskin Atau Kaya Itu Ketetapan Allah, Pilihan Kita Adalah Ujian-NYA

Menjadi miskin atau kaya itu adalah sebuah perjalanan hidup dan roda kehidupan yang berputar. Seorang kaya raya bisa seketika miskin ketika seluruh asetnya disita. Seorang miskin bisa langsung kaya ketika mendapat anugrah tak terduga baik itu berupa pemberian, hadiah,atau sumbangan. 

Tetapi kebanyakan hidup manusia itu berproses dari kurang mampu menjadi mampu karena mereka berusaha sekuat tenaga dengan fikiran, waktu, kesempatan dan doa kepada yang Maha Kuasa.

Menjadi miskin tidaklah patut untuk membuat yang bersangkutan malu karena itu bagian dari ujian dan cobaan Alllah SWT. Allah pula yang akan mengubah kondisi tersebut sesuai dengan usaha orang itu dan kehendakNya.

Allah SWT telah membuat ketetapan bahwa diantara manusia akan ada yang kaya dan ada yang miskin. Sampai kiamat, orang miskin akan tetap ada meskipun manusia berupaya keras menghilangkannya. Kaya dan miskin itu adalah skenario Allah SWT, seperti adanya sebagian orang  beriman dan ada pula manusia yang kafir. Kalau ada upaya menghapus atau menghina kemiskinan berarti menentang Allah SWT.

Allah SWT membuat ada yang kaya dan miskin, agar manusia saling berhubungan satu sama lain. Bayangkan jika seluruh manusia kaya, siapa yang menjadi tukang tambal ban? Sebaliknya jika manusia miskin semua akan terjadi kerusuhan memperebutkan makanan.

Selain itu, adanya kaya dan miskin adalah model ujian dari Allah SWT bagi manusia, sehingga pada setiap orang akan datang suatu masa diuji dengan kekayaan dan dimasa lain akan diuji dengan kemiskinan.

Allah SWT ingin melihat bagaimana reaksi kita ketika di uji dengan kedua hal itu, adakah dia tetap bersyukur atau menjadi kufur. Umumnya manusia akan taat ketika miskin, dan lalai ketika sudah diuji dengan kekayaan.

Manusia kaya bukan karena dia pintar atau hebat, melainkan karena Allah SWT sedang memudahkan rezekinya. Berapa banyak orang pintar tapi tidak kaya, dan berapa banyak orang yang tidak pintar namun diberi kekayaan melimpah.

Tidak ada korelasi (hubungan) positif antara kaya dengan tinggi rendahnya pendidikan. Bahkan kadangkala semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin sulit pula rezekinya, namun orang yang tidak berpendidikan tinggi malah begitu mudah rezekinya.

Banyak sarjana ekonomi hari ini menganggur dan tak punya penghasilan. Semuanya membuktikan bahwa kita manusia tidak punya kuasa atas kekayaan, melainkan Allah SWT lah yang Maha Berkehendak.

Seperti musim panas dan musim hujan, kaya dan miskin akan datang bergiliran. Tidak ada garansi bahwa seseorang akan kaya selamanya, dan tidak ada pula ketetapan bahwa orang miskin akan miskin selamanya. Betapa banyak orang kaya, anaknya melarat. Sebaliknya, betapa banyak orang miskin yang anaknya kaya raya. Tidak ada suatu formula yang memberikan resep agar seseorang mampu bertahan kaya selamanya.

Allah SWT bisa membuat kondisi orang kaya tiba-tiba miskin dengan sebab yang bermacam-macam (kena penyakit, dihukum penjara, usaha bangkrut). Sebaliknya orang miskin bisa Allah SWT kayakan secara cepat melalui berbagai jalan (usahanya lancar, diberi otak dan ilmu yang bermanfaat). Karena kaya dan miskin tidak bisa diperkirakan dan dikendalikan, maka kita harus selalu siap menghadapi kedua ujian ini, kaya atau miskin!

Kaya dan Miskin Itu Urusan Alloh, Menghina Sesama Samahalnya Menghina Ketetapan Alloh

(Wong RNews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.