Bulan Ramadhan ini “Lapas Kelas IIA Pamekasan” Menggelar Bazar Murah 1 Seminggu

Pamekasan, RepublikNews – Puasa adalah sarana menggapai ketakwaan, sarana mensyukuri nikmat, melatih diri untuk mengekang jiwa, melembutkan hati, memfokuskan hati untuk berdzikir dan berfikir tentang keagungan dan kebesaran Allah. Memunculkan sifat kasih sayang dan lemah lembut terhadap orang-orang miskin. Melatih kesabaran dan meraih pahala kesabaran

Dan di Bulan Suci Ramadhan inilah seluruh umat muslim akan berlomba mendapat limpahan pahala melalui kegiatan positif yang bersifat sosial untuk masyarakat.

Halnya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Pamekasan, dalam bulan puasa ini telah mempersiapkan berbagai kegiatan keagamaan untuk para narapidana. Hal ini diharapkan bisa menambah Iman dan taqwa penghuni lapas di bulan suci ini.

Bahkan Lapas Klas II A Pamekasan menggelar Bazar Murah di Jalan Kabupaten Pamekasan. Yang akan berlangsung selama seminggu. Dalam Kegiatan pasar murah ini lapas klas II A Pamekasan menyediakan ratusan paket sembako dalam setiap harinya dan akan berlangsung selama satu minggu dengan harga murah dari pada harga toko.

Kalapas Pamekasan, M.Hanafi menuturkan bahwa digelarnya pasar murah pada saat bulan Ramadhan ini untuk memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kegiatan ini juga merupakan bentuk rasa syukur atas melimpahnya hasil panin raya padi produksi warga binaan asimilasi Lapas pamekasan dan ini merupakan kebanggan para narapidana asimilasi lapas pamekasan.

“Kita tekankan kepada narapidana asimilasi program pertanian agar memiliki kepedulian terhadap masyarakat, karena banyak hal dari hasil panin raya ini yang bisa dipetik manfaatnya, diantaranya Kepekaan perasaan dan kepedulian sosial yang membuat kita berpikir mengenai tindakan yang akan kita lakukan pada masa pandemi Covid 19″

Kalapas juga menambahkan bahwa jangan sampai kita menjadi orang yang jauh dari rasa peduli Karena pada dasarnya, rasa peduli menjadi awal kecintaan terhadap keadaan sekitar sehingga kita dijauhkan dari rasa hanya memikirkan kebutuhan pribadi.

Implementasi dari kepedulian tersebut adalah dengan melibatkan diri kita
sehingga tidak hanya menjadi penonton saja tetapi dapat ikut berperan aktif sebagai insan tangguh dalam menghadapi masa pandemi Covid 19.” Papar Kalapas. (Nif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.