Terdampak Kemiskinan, Relawan Korlasogi Kunjungi Rumah Mbah Arbaiya

Situbondo, RepublikNews ~ Setelah melakukan anjangsana nya dari gubuk milik kakek Moyo (82) yang viral bertahan hidup hanya dengan minum air hujan di desa Juglangan, kecamatan Panji, kabupaten Situbondo. Komunitas Relawan Laok Songai Berbagi (KORLASOGI) kembali melanjutkan agenda kunjungannya yang ke dua, dihari yang sama di rumah nenek yang bernama Arbaiya (75) warga RT: 03/RW: 01 desa Olean Selatan, kecamatan Situbondo. Jumat (2/4/21)

Kedatangan kali kedua tersebut, untuk menemui seorang janda lansia yang tergolong miskin, guna menyerahkan manfaat sedekah di awal bulan bertambahnya kemuliaan dilipat gandakan nya amalan di bulan Syaban.

Saipullah M GS (Ketua Korlasogi) menjelaskan, “Melalui kegiatan bakti sosial ini, semoga kita mampu membuat jiwa sosial kita khususnya akan terpanggil melihat dan membantu warga yang membutuhkan. Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan kecuali ia bertambah dan bertambah lagi. Dan semua itu, semoga menjadi ladang amal shaleh bagi kita.” Jelas nya ketika berjalan menuju kediaman Mbah Arbaiya.

Menurut keterangan yang dihimpun dari beberapa tetangga, Mbah Arbaiya adalah janda bertaraf tak mampu yang sekarang hidup sebatang kara tanpa ditemani adanya anak kandung. Pasalnya, ke semua enam anak kandung nya, sudah almarhum mendahului beliau dimasa akhir hari tuanya.

“Mbah Arbaiya hidup seorang diri di dalam rumah nya mas. Kesemua anaknya telah meninggal karena dipanggil yang Kuasa.” Terang Dila kepada awak media.

Tak hanya itu, sebagai penopang ekonomi kebutuhan hidup sehari-hari, Mbah Arbaiya rela menjadi buruh panggilan keliling untuk mencuci, menyapu pekarangan atau siapapun yang menghendaki tenaganya dibutuhkan.

Menurut pantauan wartawan, dalam kondisi renta dan memiliki keterbatasan gangguan di indra pendengaran sebab faktor usia, wanita lansia yang telah beranjak usia 75 tahun ini memilih untuk tidak berpangku tangan meski upah yang didapat tidak seberapa.

Dengan hidup pas-pasan dari hasil menjual tenaga yang sudah semakin melemah, ia masih terlihat tangguh dan tegar ketika team Komunitas Relawan Laok Songai Berbagi (Korlasogi) berkunjung menjumpainya.

Terlihat bernasib sama, seperti keadaan kakek Moyo. Dirumah berdinding bambu tersebut, janda Olean itu terdesak untuk bertahan hidup dibawah garis kemiskinan. Walaupun rumah dirasakan sudah tak lagi layak huni, namun Mbah Arbaiya terpaksa harus tetap bertahan dengan keterbatasannya.

Nampak sebuah tempat tidur dirasakan jauh dari kata sempurna, namun hal itu setidaknya bisa menjadi harapan bagi dirinya sebagai tempat yang nyaman untuk beristirahat dikala menjalani hidup di usia renta dengan keadaan seadanya.

Rumah tipe RSSSSS yang keberadaannya dua kilometer tak jauh dari pendopo kabupaten Situbondo tersebut, kondisinya kini semakin lapuk dimakan usia. Sehingga sudah selayaknya tidak laik jika di tempati. Tumpukan barang-barang yang ada di dalam, juga terlihat hanya menjadi sebuah onggokan.

Dalam perbincangan hangat, Asro dari komunitas Korlasogi mengatakan, “Hidup merupakan cobaan dan ujian. Maka konsekuensi dari segala macam cobaan dan ujian adalah dengan bersabar. Semua sudah menjadi takdir, kita wajib beriman kepada takdir baik maupun takdir yang buruk.” Paparnya kepada media.

Sementara dalam keterangan, Dila tetangga Mbah Arbaiya mengatakan, “Saya menyampaikan terimakasih kepada teman-teman komunitas Korlasogi yang telah mendukung kegiatan sosial untuk Mbah Arbaiya.” Tuturnya.

Ia melanjutkan, “Semoga saudara Korlasogi tetap solid dalam giat sosial. Dapat memberikan manfaat bagi masyarakat kurang mampu di berbagai kegiatan dimanapun berada. Semoga Allah memberkahi kita semua.” Tutup nya sembari mempersilahkan rekan komunitas Korlasogi mampir ke rumah nya.

(ACh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.