HUJAN DERAS DI SERTAI ANGIN KENCANG ROBOHKAN RUMAH MILIK KAKEK ABAS

BANYUWANGI REPUBLIKNEWS – Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan rumah milik kakek Abas (70) thn warga rt 04/ rw02 lalangan dusun Watu ulo Desa Rejosari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi roboh.

Menurut Husaini selaku Rw setempat saat ditemui awak media ini pada selasa (23/3/21) menuturkan, selain faktor hujan deras yang disertai angin kencang, kayu penyangga rumah milik kakek Abas memang sudah lapuk karena dimakan rayap.

” selain faktor hujan deras yang disertai angin kencang memang kayu penyangga rumah milik kakek Abas ini sudah lapuk karena dimakan rayap mas,” tuturnya.

Dan saya selaku Rw setempat, lanjut Husaini, melihat kondisi rumah kakek Abas roboh seperti itu kami dan masyarakat setempat bersama pemerintahan Desa Rejosari mengadakan musyawarah bersama yang niat tujuannya ingin mendirikan kembali rumah milik kakek Abas, mengingat kakek Abas hanya hidup seorang diri, dan alhamdulillah kepala Desa Rejosari langsung tanggap dan bergerak cepat memberikan dana darurat yang diambil dari Dana Desa untuk membeli material yang dibutuhkan, untuk tenaga kita lakukan dengan cara gotong royong,” tegas Husaini selaku ketua Rw.


Sementara ditempat berbeda, Asis kepala Desa Rejosari juga membenarkan tentang robohnya rumah kakek Abas.

“Betul mas, kemarin kami mendapat laporan dari Rw kalau rumah kakek Abas roboh, sebenarnya tahun kemarin sudah saya ajukan ikut bedah rumah, namun, karena rumah kakek Abas ini numpang ditanah milik orang lain dan menurut aturannya gak bisa, seandainya aturan pemerintah ini memperbolehkan mungkin tahun kemarin sudah ikut program bedah rumah, jadi dalam hal ini, kami selaku pemerintahan Desa hanya bisa membantu lewat dana darurat yang diambil dari Dana Desa(DD) untuk mendirikan kembali rumah kakek Abas,” tutur Asis saat ditemui awak media ini diruangannya.

Masih Asis “Dan mudah – mudahan dengan adanya dana darurat yang diambil dari Dana Desa ini, rumah kakek Abas bisa berdiri lagi dan bisa segera ditempati kembali walaupun itu hanya sederhana, ” jelas Asis selaku kepala Desa Rejosari.

Sementara kakek Abas sendiri saat ditemui dirumahnya menceritakan bahwasannya memang benar kalau rumahnya numpang ditanah milik orang lain.

” nggeh leres mas tanah niki hang nggadah pak Sulhan, kulo kurang lebih pun kalih doso tahunan manggen mriki nggeh mboten ken nyewo namung ken ngrijiki kaleh ken nandur – nanduri lek enten hasile nggeh ken nedo,” ucap kakek Abas dengan logat jawa osing.

“Ya betul mas tanah ini yang punya pak Sulhan, saya kurang lebih sudah dua puluh tahunan nempat disini, ya gak nyewa hanya suruh mbersihi dan suruh nanam – nanami kalau ada hasilnya ya suruh makan.

” kulo nggeh matur nuwun pun dibantu kaleh pemerintahan Deso dibantu tenogo kaleh wargo lewat gotong royong griyo kulo saget kulo panggeni maleh, kulo namung saget ndongakne mugi – mugi sedoyo hang mbantu paringono sehat lan kathah rejekine,” ucapnya.

” Saya juga berterima kasih banyak sudah dibantu oleh pemerintahan Desa, dibantu tenaga oleh warga dengan cara gotong royong sehingga rumah saya bisa ditempati lagi, dan saya hanya bisa mendoakan semua yang mbantu mudah – mudahan tetap diberi kesehatan dan dimurahkan rejekinya.

Setiap harinya pekerjaan kakek Abas hanya jualan daun pisang, sayur – sayuran dan dagangan apa saja yang sekiranya bisa jadi uang dengan cara dipikul yang hasilnya hanya bisa cukup dimakan setiap hari.

Reporter: Windri/ Ilham.

 82 total views,  4 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.