2 Truck PT. Agung Barokah Pengangkut Limbah SBE Milik PT. Sarimas Permai Kabur Setelah Merusak Gembok & Rantai Gudang

Mojokerto, RepublikNews – Diduga Masuk Pekarangan orang Tanpa Ijin, Merusak Kunci dan mencuri gembok serta rantai pengaman Gudang, 2 Armada pengangkut Limbah B3 milik PT. Agung Barokah Kabur Dari Lokasi Gudang milik Sulis/Prayitno warga Puri Mojokerto. Minggu , 07/03/2021, dini hari sekitar jam 03.00 WIB.

“Saya kaget saat jam 05 pagi ke gudang, saya lihat 2 truk itu sudah tidak ada ditempatnya dan saya lihat pintu gerbang gembok dan rantai audah tidak ada, sepertinya di bawa atau di buang, saya cari dilokasi gembok dan rantai tidak ditemukan, ” terang Prayitno

Diketahui sebelumnya sekitar pukul 20.15 WIB diketahui ada 2 armada truk bermuatan limbah Jenis Spent Bleaching Earth (SBE) masuk di lokasi gudang milik Sulis/ Prayitno dan parkir dilokasi tanpa awak sopir. Prayitno yang merasa curiga dengan keberadaan 2 truk armada tersebut memberikan informasi kepada awak media.

Tim awak media RepublikNews dan YALPK mendatangi lokasi dan di ketahui ternyata 2 armada tersebut lagi mengangkut limbah jenis Spent Bleaching Earth (SBE). Sesuai yang tertera di manifest, Limbah SBE ini ternyata berasal dari penghasil limbah PT. Sarimas Permai dan diangkut oleh transporter PT. Agung Barokah Jaya.

PT. Sarimas Permai merupakan produsen minyak goreng yang beralamat di Jl Warugunung Surabaya. Diduga akan buang limbah B3 tanpa ijin dengan memakai transportir milik PT. Agung Barokah di Puri Mojokerto, sabtu, 06/03/2021, malam kisaran jam 20.15 WIB dengan menggunakan Dua armada pengangkut limbah B3 milik PT. Agung Barokah Jaya Tulungagung.

Pemilik gudang yang tidak tahu menahu asal muasal armada limbah tersebut tidak mau di tuding kalau itu milik dia, maka tim berkordinasi dengan anggota Polres Mojokerto. Selang beberapa jam, sekitar jam 00.00 WIB seseorang inisial “Ag” mengaku sebagai pemilik armada sekaligus PT. Agung Barokah datang ke lokasi gudang jagung milik Sulis/Prayitno.

Mr. “Ag” yang mengaku pemilik armada PT. Agung Barokah menyangkal tuduhan kalau armadanya parkir tanpa ijin, dia mengaku itu garasinya dan sudah mengontrak serta memberikan DP kepada pihak pemilik lahan. Namun pemilik lahan setelah di konfirmasi tidak merasa mengenalnya.

Sempat terjadi mediasi di kantor media RepublikNews, minggu dini hari 01.00 WIB. Pihak “A” yang awalnya mengaku juga sebagai pemilik lokasi akhirnya mengakui kesalahannya dan selanjutnya permasalahan sepakat di bawa ke polres Mojokerto.

Namun di pagi harinya sekitar jam 05.00 pagi diketahui oleh pemilik gudang kalau 2 unit armada pengangkut limbah tersebut sudah tidak ada ditempat, dengan merusak Gembok dan rantai gudang, pemilik armada diduga membawa kabur 2 unit armada yang bermuatan limbah tersebut dan untuk menghilangkan barang bukti.

Menurut warga sekitar yang tidak mau disebut namanya kisaran jam 03. 00 pagi, banyak orang ramai didepan gudang dan warkop yg kebetulan ada didepan gudang, tp warga tersebut tidak tahu ada keramaian apa didepan gudang kok banyak orang.

“Ada beberapa orang ramai saat itu, saya tidak mengenal salah satunya, ya saya pikir warga yang lagi ngopi di depan warkop gudang,” terang warga

Sekitar pukul 08.30 dua anggota polres datang meninjau lokasi, bersama tim awak media RepublikNews. Menurut salah satu anggota mengatakan, agar yang bersangkutan /pemilik gudang melaporkan ke pihak berwajib bilamana ada kerugian terkait hal tersebut.

Ada kejanggalan pada manifest yang di bawa PT. Agung Barokah dimana dalamnya hany tertera penghasil dan transportir sedangkan tujuan/tempat pembuangan limbah tidak diterakan. Sementara itu awak media ini akan melakukan tindak lanjut dengan mengirim surat konfirmasi kepada pihak PT. Sarimas Permai dan PT. Agung Barokah Jaya unntuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait 2 armada bermuatan limbah tersebut. (Sim/SG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.