Tidak Ada Titik Temu , Warga Minta Pabrik Kalsium Di Plumpang ditutup

Permasalahan yang dihadapi Masyarakat Dusun Ngayung Desa Sumberagung Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban dengan pabrik kalsium PT. TMGP (Tuban Mega Global Putri) yang berlokasi di Sumberagung berbuntut panjang , sebab masyarakat  merasa di rugikan akan adanya pendirian Pabrik Kalsium tersebut.

Mediasi yang diharapkan mampu mengurai persoalan kedua belah pihak digelar di balai Desa Sumberagung kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban, di hadiri oleh Forkopimca, LSM GMAS DPD Tuban, Kades Sumberagung beserta Perangkatnya, dan puluhan Masyarakat Dusun Ngayung Desa Sumberagung.

Dalam pertemuan tersebut perwakilan warga Ali Siregar menyampaikan keinginan warga terdampak.
“Kami hadir dibalai desa ini bukan untuk menuntut konpensasi dari pabrik kalsium dan itu tidak benar , tetapi Tuntutan kami adalah supaya pabrik itu ditutup karena dampak lingkungan sangat besar. antara lain. Merusak tanaman , Kesehatan dan rumah tempat tinggal , serta dampak suara pengilingan suaranya bising , yang paling kita rasakan adanya penggilinganya terus sampai tengah malam, sehingga kita sulit tidur.” tegas Ali Siregar.

Di tambahkan lagi oleh Ali Siregar, tenaga kerja hanya beberapa orang hanya sedikit,sehingga tidak ada masalah. Dan berapa saja kompensasi yang di berikan tidak akan bisa memenuhi sesuai kerugian tersebut.

Beberapa perwakilan warga yang lain juga menyampaikan unek-unek mereka diantaranya disebutkan jika pabrik harus menghentikan operasinya tatkala menjelang adzan Magrib apalagi disaat bulan puasa Ramadhan.

Sementara warga yang lain juga mempertanyakan akan keluarnya ijin, kenapa ijin tersebut bisa keluar, sedangkan masyarakat sekitar tidak pernah di ajak duduk bersama atau menandatangani.

Sunarto sebagai Kepala Desa Sumberagung Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban menegaskan kepada Wira selaku pemilik perusahaan, agar masalah ini tidak terulang kembali dan antara perusahaan dan warga bisa bersinergi sehingga pembangunan pabrik ada manfaat bersama, Kades juga menyarankan agar hak hak warga mohon dilayani dengan baik.

Sementara itu Camat Plumpang Kabupaten Tuban Saefudin dikesempatan itu menyampaikan supaya masalah ini segera cepat selesai dan dia berjanji akan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tuban terkait perizinan UKL UPL pabrik kalsium PT.
PT. TMGP (Tuban Mega Global Putri)
Sehingga nantinya bisa sebagai bahan untuk memutuskan langkah selanjutnya.

Meski sempat diwarnai kericuhan lantaran salah satu oknum BPD memberikan Bahasa yang sedikit kurang bisa di terima oleh masyarakat dan pihak LSM GMAS DPD Tuban ,Tapi Hal tersebut bisa dilerai sehingga Forkopimka menyarankan pabrik ditutup  sementara , sampai ada keputusan dari Dinas Lingkugan Hidup Kabupaten Tuban dan Minggu depan akan dilakukan mediasi kembali untuk mencari titik temu.

Wira Asmario Putra Direktur PT.TMGP (Tuban Mega Global Putri) saat wawancara dengan media RepublikNews mengungkapkan jika pihaknya terbuka terhadap warga.

“Menanggapi keluhan warga kita sudah lentur , terkait jumlah pekerja yang tak sesuai, kita sudah buka lowongan kerja tapi warga karena gak mampu dengan resiko pekerjaan tersebut berat sehingga warga kurang berminat.” papar Rio panggilan akrabnya.

“Selain itu kita akan melakukan pendekatan dengan warga dan berusaha meminimalisir debu yang keluar dari pabrik,dan kita akan berusaha memberikan kompensasi sesuai kemampuan kita berdasarkan produksi yang berjalan.” janjinya.

Rio juga menyampaikan jika dirinya akan lebih sering berinteraksi dengan warga terdampak dan akan mengunjungi lokasi warga di musim penghujan maupun kemarau agar paham dan mengetahui kondisi lingkungan pabrik di dua musim yang berbeda.

Baca juga :

Diduga Ingkar Pabrik Kalsium Di Plumpang di segel Warga

Seperti pemberitaan sebelumnya , Warga masyarakat Dusun Ngayung Desa Sumberagung Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban didampingi LSM GMAS DPD Tuban sebagai penerima kuasa dari warga sekitar pukul 11.00 Wib melakukan aksi dengan mendatangi Area Pabrik kalsium PT. TMGP (Tuban Mega Global Putri) untuk meminta kompensasi dari perusahaan tersebut , karena tidak bertemu dengan pihak pimpinan pabrik dan merasa jengkel sehingga terjadi penyegelan pabrik kalsium tersebut.(@nt).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.