Bukti Nyata Kinerja “LRPPN BI Banyuwangi” Berkolaborasi Dengan Kartar

Banyuwangi, RepublikNews – Kiprah Lembaga Rehabilitasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkotika (LRPPN) Bhayangkara Indonesia (BI) Kabupaten Banyuwangi, ternyata benar-benar nyata. Saat ini LRPPN BI Banyuwangi berupaya maksimal menjalankan tupoksinya dengan berencana berkolaborasi dengan beberapa pihak, diantaranya karang taruna. Dimana karang taruna dinilai sebagai ujung tombak generasi muda yang sangat berpengaruh besar pada kecerdasan bangsa.

Ketua LRPPN BI Banyuwangi, Mohammad Hiksan, MM mengakui, dalam melaksanakan tugasnya, lembaganya sangat membutuhkan tenaga-tenaga yang aktif, seperti halnya karang taruna.

“Kami sangat butuh tenaga-tenaga karang taruna yang jelas masih produktif, aktif dan inovatif. Langkah awal harus terjadi komunikasi, koordinasi dan baru dilanjutkan dengan berkolaborasi. Kita harus duduk bersama untuk mensinergikan semuanya,” harapnya.

Hal itu disambut positif oleh Ketua Forum Komunikasi Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi, Dedi Utomo. Menurutnya, Karang Taruna akan mampu dan bisa membantu LRPPN BI dalam melaksanakan kinerjanya melakukan pencegahan pemberantasan bahaya narkoba mengingat hal itu juga menjadi salah satu tanggung jawab tupoksinya.

“Yang terpenting mekanisme pemberdayaan Karang Taruna mulai tingkat desa sampai ke atas benar-benar bisa mendukung,” tegasnya.

Sebab menurutnya, kondisi karang taruna saat ini tidak seperti dulu lagi. Perhatian dari pemerintah, baik di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten, dinilai pria asal Desa Karangsari Kecamatan Sempu ini masih kurang. Bahkan ada sebagian desa atau kecamatan yang cukup aktif membina karang taruna, tapi ada juga yang masih pasif dan acuh terhadap keberadaan karang taruna.

“Ritme ini yang perlu disamakan terlebih dahulu. Selanjutnya baru bersinergi dengan lembaga lain, seperti LRPPN,” akunya.

Sementara Pembina LRPPN BI pusat, Agustina Kaban, MSi yang juga masuk sebagai Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Sumatra Utara sangat berharap karang taruna bisa menjadi agen pembaruan untuk membangun kecerdasan bangsa.

“Bagaimana bangsa ini bisa menjadi cerdas kalau generasi mudanya tidak bisa ditingkatkan ke arah yang lebih baik,” tandasnya.

Untuk menuju itu semua, kata Agustina, para ketua karang taruna di tingkat provinsi harus terus membangun konsolidasi ke tingkat bawah. Hal itu untuk lebih memperjelas kerja mereka.

“Kadang-kadang karena kurangnya konsolidasi, di tingkat kelurahan, kecamatan maupun kabupaten seperti kehilangan induk,” kata Agustina yang juga menjabat sebagai Bendahara dan Ketua 2 di FKKT Sumatera Utara ini.

Dikatakan Agustina yang juga masih sepupu mantan menteri kehutanan MS Kaban ini, terjadinya kolaborasi antara Karang Taruna dengan LRPPN itu akan terlihat korelasi yang sangat erat. Karena LRPPN bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang negatifnya penyalahgunaan narkotika dan sekaligus melakukan pencegahan terjadinya hal tersebut.

“Usia Karang Taruna ini usia produktif, yakni antara 13 sampai 45 tahun. Kalau terjadi sinergi, maka generasi muda bisa terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Bahkan karang taruna bisa menjadi penyuluh di masyarakat,” pungkas Agustina, yang juga menduduki posisi Bendahara 2 di PNKT ini.

Reporter: Supriadi, Kabiro Banyuwangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.