Proyek DAK Ruang SDN 1 Watukebo Tanpa Pengawas Diduga Rentan Mark Up

Banyuwangi, RepublikNews – Proyek pembangunan gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi disinyalir ada manipulasi anggaran swakelola yang di peruntukkan Ruang kelas Baru.

Pasalnya, pembangunan proyek yang didapat dari Dana Anggaran Khusus (DAK) tahun 2020 untuk Ruang Kelas Baru (RKB) tersebut dikerjakan tanpa ada pengawas dan Konsultan.

Anggaran RKB tersebut menelan biaya sebesar RP. 387.000.000 dengan waktu pengerjaan 120 hari kalender, dan dikerjakan sendiri oleh pihak sekolah melalui Panitia Pelaksana Sekolah (P2S).

Kepala sekolah SDN 1 Watukebo, Siti Sundari, selaku pengguna anggaran saat ditemui awak media mengatakan proyek swakelola yang anggarannya dari DAK itu sudah habis.

“Untuk pembangunan RKB dan sarana prasarananya ini anggarannya RP. 387.000.000,- sudah habis, dan itu dikerjakan oleh panitia sekolah. Anggaran ini langsung turun ke rekening khusus DAK yang dibuat oleh bendahara pelaksana, dan untuk pengambilan dana tersebut , ya kepala sekolah dan bendahara,” katanya kepada awak media.


Kepala sekolah ini terkesan kebingungan dan alergi terhadap media, ketika ditanya terkait kontruksi dan pembangunan RKB, siapa yang melakukan pengawasan dan siapa konsultan perencana dalam pembangunan RKB tersebut, Siti Sundari menyampaikan tidak ada pengawas dan tidak perlu karena di juknisnya tidak ada.

“Untuk sekarang di juknisnya tidak menggunakan pengawas atau konsultan, di sini hanya ada tim teknisi, ketua teknisi dan bendahara, sedangkan semua yang mengatur pak Ragil selaku fasilitator dari dinas untuk mengurusi mulai dari desain gambar RKB sampai belanja material,” ucapnya.

Dengan tidak adanya pengawasan dan konsultan dalam pembangunan proyek swakelola di SDN 1 Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, dan apalagi dengan habisnya anggaran semakin menguatkan dugaan adanya indikasi manipulasi anggaran.

Sementara PLT kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, saat dikonfimasi melalui Whatsappnya terkait kegiatan pembangunan Swakelola disekolah menyampaikan semua kegiatan itu ada pengawas dan konsultan.

” Ya nanti akan kita teruskan ke bidangnya karena setiap kegiatan harus ada pengawas dan konsultannya,” jawab Suratno melalui Whatsappnya dengan singkat.

Reporter: Supriadi,vKabiro Banyuwangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.