Limbah B3 PT. Mana Jaya Makmur Resahkan Masyarakat Sumberwono

Mojokerto, RepublikNews – Diduga akibat Kurangnya ketegasan dan lemahnya pengawasan instansi terkait kepada para pengusaha yang mengesampingkan dampak lingkungan hidup, terkait pengolahan dan pemanfaatan limbah B3 membuat para oknum pengusaha nakal leluasa menggunakan trik nakal untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya tanpa memikirkan dampak yang di timbulkan terhadap lingkungan dan banyak orang.

Lagi lagi PT. MANA JAYA MAKMUR yang berlokasi di Desa Sumberwono Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto diduga kuat membuang Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) dibeberapa titik didepan dan dibelakang rumah warga padat penduduk di Dusun  Wonorejo Desa  Sumberwono Kecamatan Bangsal tepatnya tidak jauh dari lokasi pabrik persis didepan pabrik kearah timur kira-kira 500 Meter dari pabrik produksi besi baja milik ini.

Pembuangan limbah B3  secara sembarangan ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat sekitar. Pembuangan limbah sudah berlangsung cukup lama dan masyarakat sendiri mau lapor ke pihak berwajib tidak berani.

Dari pantauan awak media dilapangan pembuangan limbah B3 secara sembarangan dilingkungan padat penduduk lebih dari 10 titik. Yang ditakutkan hal ini kedepannya sangat berbahaya bagj kesehatan anak cucu warga sekitar serta ekosistim lingkungan sekitar.

Pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sudah jelas aturannya dan hal ini seperti diindahkan oleh pihak PT. MANA JAYA MAKMUR kalau memang benar-benar dibuang sembarangan apalagi dibuang dilingkungan padàt penduduk.

Peraturan Pemerintah Nomor 27/2012 tentang Izin Lingkungan.
Dalam peraturan itu diharuskan bagi perusahaan untuk  mengatur pengelolaan limbah B3 dalam usaha atau kegiatannya, yang mengharuskan suatu perusahaan memperolah izin dari Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai kewenangannya dengan tujuan agar pemerintah dan pemangku kepentingan dapat melaksanakan kewajibannya dalam melaksanaan pelindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan.

Informasi dari warga yang mewanti-wanti dan tidak mau menyebut namanya mengatakan itu didalam pabrik paling sekitar sepuluh lubang atau lebih untuk membuang limbah terus di tutup pakai cor

Sumber dari warga lainnya membeberkan kecurangan pabrik baja tersebut, selain membuang limbah di area pemukiman warga, pihak pabrik juga membuang limbah dengan cara dipendam didalam pabrik, Itu dalam pabrik digali mas, tanahnya dari hasil galian dikeluarkan untuk campuran limbah B3 yang dibuang di lingkungan itu sambil menunjuk kearah limbah didepan rumah warga.

Setelah limbah dipendam didalamnya. Terus diuruk lagi dan dicor, setelah dicoba dilewati dum truk tidak  bunyi getaran ya itu baru dicor.

Masyarakat mengharapkan ketegasan dari instansi terkait, khususnya di wilayah hukum Mapolres Mojokerto. Khususnya ketegasan dalam menyikapi tindak pidana terkait pelanggaran sang pengusaha dalam pengelolaan Limbah B3 yang tidak di lengkapi badan usaha ataupun ijin-ijin yang lengkap.

Sehingga nota kesepahaman Antara Menteri Negara Lingkungan Hidup RI, Kepala Kepolisian Negara RI, dan Jaksa Agung RI No: 11/MENLH/07/2011 No: B/20/VII/2011 No: KEP-156/A/JA/07/2011. Dalam pelaksanaannya terkait lingkungan hidup sesuai dengan yang di harapkan masyarakat Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang terdampak Limbah.

Sementara Pihak pabrik sudah disurati oleh beberapa media untuk minta konfirmasi terkait limbah itu sepertinya tidak ada respon dan di WA juga malah nomornya diblokir. Sampai berita ini diturunkan awak media belum bisa meminta keterangan dari pihak penghasil Limbah B3/PT. Mana Jaya Makmur. (Dwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.