Kelayakan Agen Baru E-Warung KPM Memicu Tanda Tanya

28 Views

Banyuwangi, RepublikNews – Ketidak beresan kelayakan para Agen E-warung selaku penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi memicu tanda tanya besar bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengingat Toko Alifamart yang berada di perbatasan Desa Sambimulyo dengan Desa Bangorejo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi yang sudah beberapa hari banyak di datangi oleh ibu -ibu penerima BPNT, mereka berharap toko Alifamart bisa melayani kembali untuk mengambil beras BPNT, Namun ternyata tetap tidak bisa melayani.

Pasalnya dengan adanya perubahan dan pergantian perbankan mulai dari BRI,BNI dan sekarang menggunakan Bank BTN perlu pengurusan baru lagi dengan Bank BTN agar bisa melayani warga penerima bantuan dengan lancar.

Pemilik toko Alifamart, Ali, saat di temui awak media Republiknews dirumahnya kamis (5/11/2020) mengatakan,

” Memang sejak dulu toko saya ini menjadi agen langganan ibu-ibu dari berbagai desa di Kecamatan Bangorejo, namun untuk saat ini ya saya tidak tahu kalau toko saya sudah tidak lagi menjadi agen penyalur BPNT, dan saya sendiri juga gak mengerti dan juga gak tahu kalau toko saya sekarang bukan lagi menjadi agen penyalur BPNT,” terang Ali.

Lebih lanjut Ali mengatakan ” Dan itu terjadi semenjak adanya pergantian rekening dari Bank BNI yang sekarang beralih menggunakan Bank BTN. Ibu – ibu ini semua sudah saya kasih tahu mas, untuk sementara bisa mengambil ke agen lain yang terdekat, tapi ibu – ibu ini tetap ngotot gak mau, alasannya kalau di agen lain gak bisa milih karena sudah dikemas dalam satu paket mau gak mau ya itu yang didapat kata ibu – ibu itu.

Saya malah di suruh oleh ibu-ibu itu untuk segera mengurus ke BTN agar saya bisa menjadi agen lagi agar ibu -ibu yang sudah lama menjadi langganan ke toko saya ini tidak kecewa, saya sudah mengurus ke Bank Tabungan Negara (BTN) Banyuwangi sudah di survey oleh BTN untuk kelayakan menjadi Agen Penyalur BPNT ,saya sempat dengar orang BTN itu menelpon seseorang (menyebut nama) untuk datang ke tempat saya yang sedang di survey tapi tidak datang,saya curiga ada sesuatu antara pihak BTN dengan Fuad yang kalau gak salah itu Kordinator TKSK sini pak kenapa kok gak ada realisasi sampai hari ini,jangan jangan pengajuan saya di tolak ,ada apa ya pak, karena sekarang banyak bermunculan agen -agen baru yang sepertinya tidak layak menjadi agen dengan banyaknya keluhan keluhan dari Keluarga Penerima Manfaat,” pungkas Ali.

Untuk mengetahui kejelasan dalam kelayakan menjadi agen penyalur BPNT melalui pengajuan yang dilakukan pemilik toko atau perseorangan yang layak menjadi agen penyalur melalui BTN awak media Republiknews melanjutkan konfirmasinya ke BTN KCP Banyuwangi.

Gayatri, salah satu staf dari BTN KCP Banyuwangi saat di konfirmasi awak media ini menyampaikan bahwasanya kelayakan untuk menjadi agen penyalur BPNT melalui pengajuan dari perseorangan yang harus sesuai dengan kriteria yang tertuang dalam aturan.

” Untuk agen secara general semua bisa mengajukan baik perseorangan atau yang berbadan hukum di perbolehkan menjadi agen yang melayani program sembako kecuali Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) beserta unit usahanya,Apartur Sipil Negara (ASN),Himpunan pegawai bank negara (HIMBARA) dan Tenaga Pelaksana Bansos ( TKSK,Pendamping PKH), kalau perekrutan agen kita dari pihak Himbara yang melakukan survey secara langsung,untuk yang menentukan rekomendasi untuk layak jadi agen,” jelasnya.

Lebih lanjut Gayatri menyampaikan kalaupun ada masalah terkait dulunya menjadi agen dan sekarang tidak.

” Itu mungkin ada masalah internal dari kecamatan atau dari desa sendiri entah dari track recordnya yang dahulu kita gak bisa masuk kedalam,kalau agen agen baru yang ada di kecamatan Bangorejo itu kita sudah survey dan mereka masing masing yang mengajukan dan memang ada tokonya semua, dengan adanya informasi ini kita akan evaluasi ulang,terkait dengan toko Alifamart yang sekarang tidak jadi agen mungkin atasan saya yang bisa menjelaskan,” pungkasnya.

Di temui di ruangannya Rahman Kepala BTN KCP Banyuwangi menyampaikan terkait pengajuan untuk menjadi agen penyalur sembako yang merekomendasikan adalah pihak bank.

” Memang kita yang merekomendasikan agen tersebut setelah melalui survey dan kriteria yang sesuai,dan kalau memang ternyata dilapangan ada yang tidak sesuai dengan aturan yang ada pihak bank yang akan mencabut izin agen tersebut,kalau untuk masalah Alifamart coba kordinasi kan dengan kecamatan atau ke TKSKnya,” pungkasnya

Reporter: Supriadi
Kabiro Banyuwangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.