Diduga Karena Banyak Berdiri Bangunan Liar, Waduk Sambiroto Tidak Berfungsi Maksimal

38 Views

Mojokerto, RepublikNews – Waduk secara umum biasanya di diperuntukan untuk menampung air dari atas guna membantu pengairan sawah pada saat kemarau dan menjaga volume air agar tidak terjadi luberan saat musim penghujan,  menjaga bencana banjir serta memelihara ekosistim tanaman padi, tebu dan tanaman produktif lainnya disekitar waduk.

Waduk Sambiroto seluas 31.460 M2 (bukan enam hektar seperti tertulis pada berita pertama. Red)
mempunyai empat Pintu air, dimana masing-masing pintu mengaliri sungai  persawahan  di enam desa dan tiga kelurahan Surodinawan, Blooto dan Prajurit Kulon

Air Dam Penewon di Desa Jambuwok Kecamatan Trowulan untuk dialirkan ke sungai-sungai di Kecamatan Trowulan dan Kecamatan Sooko, sedangkan sungai di wilayah Kecamatan Sooko ditampung di Dam Sambiroto untuk cadangan dimusim kemarau agar sawah-sawah tidak kekurangan air sekaligus sebagai pengontrol debit air sungai dibawahnya.

Ponidi warga Sambiroto bercerita,” dulu kalau malam hari pintu air sebelah selatan dan barat dibuka dan pagi harinya ketiga pintu selain selatan ditutup untuk pengairan tapi gak mangkin sudah rusak semua mengikuti ahklaq menungsane, “niku lepen-lepen teng ngajeng  lapangan kanan kiri kering sedoyo mboten berguna, malah lepenne wonten sing dados sedoso sentian kalah kale griyo-griyo niku, ( itu sungai sungai kanan kiri kering semua tidak berguna, malah sungainya menyempit jadi 10 centi meteran kalah dengan rumah rumah itu*red),” terangnya.

Berdasarkan cerita warga tersebut kenyataannya sekarang dilapangan berdasarkan pantauan awak media Buser ini memang sungai-sungai yang dulu ada sekarang sudah banyak yang berubah fungsi menjadi  bangunan pertokoan dan rumah warga hampir disetiap dusun. Bersambung……

Reporter
Heni, Biro Mojokerto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.