Proyek Pembangunan Sarana Air Bersih Pekon Bumi Agung Diduga Asal jadi

98 Views

Lambar, RepublikNews – Peningkatan sarana air bersih (PSAB) merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dan masih minimnya sarana penyediaan air bersih untuk masyarakat. Pemerintah Desa membangun sarana air bersih dengan fasilitas berupa pipa, pipanisasi untuk masyarakatnya

Pada dasarnya, tujuan pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) ini dimaksudkan untuk penyediaan pelayanan dasar masyarakat tentang air bersih, peningkatan kualitas kesehatan, meningkatkan budaya bersih di lingkungan masyarakat, serta mengembangkan sanitasi lingkungan.

Untuk mewujudkan sarana air bersih dan sanitasi yang berkesinambungan, dibutuhkan pengelola sarana yang mampu mengelola, mengoperasikan dan memelihara sarana tersebut dengan baik dan Pengelola tersebut berasal dari masyarakat itu sendiri dengan asas DOUM (dari, oleh, untuk masyarakat). Semoga sarana ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga dapat terwujudnya pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Namun lain halnya dengan pembangunan sarana air bersih yang berada di Pekon Bumi Agung khususnya di pemangku 4 peningkatan air bersih yang menelan dana dengan angaran puluhan juta rupiah ini terkesan asal jadi sebab menurut beberapa warga pengguna manfaat mengeluhkan bahwa air bersih tersebut hanya berjalan kurang lebih dua bulan.

Pasalnya setelah dua bulan pipa” yang di pasang Asal asalan Tersebut Terkena Banjir Namun Anehnya Tidak Ada Upaya dari pihak Pekon ataupun Pengurus Untuk memperbaikinya bahkan Pipa Pipanya Banyak Yang hilang,” ujar beberapa warga yang Enggan disebutkan namanya.

Untuk menindaklanjuti laporan masyarakat maka kami pihak media konfirmasi dengan peratin/ kadesnya melalui pia Wa berikut tanggapannya,,

,0,yddo dindo,cuman hinno musibah banjir, sai mwt dapok ti atasi, jdi memang wt sebagian paralon tehanyut, sebagian ti son ko di lmbn ni sekdes, berita acara na wt. tekhus tkhang skm mak kwawa ki hga nyetop banjir no. (Yang artinya Pihak, Peratin/kadesnya membenarkan bahwa karena Banjir itulah maka tidak ber operasi lagi. juga benar kalau paralon banyak yang hilang, ada yang hanyut, ada yang di curi orang dan itu semua ada Berita acaranya).

Namun,pertanyaan dari awal pengerjaannya memang terkesan asal-asalan faktanya Saat pemasangan pipanya pun di pinggiran sungai yang hanya di sampirkan atau asal taruh dengan penopang se adanya, tidak memikirkan dampaknya bahwa aliran sungai itu suatu waktu akan banjir mengingat debet air waiseburas yang sangat tingi di dalam kondisi curah hujan yang sangat tinggi.

Warga pemanfaat air, khususnya pekon Bumi Agung berharap pihak pemerintah desa segera melakukan perbaikkan agar sarana dan fasilitas yang selama ini mereka gunakan untuk kebutuhannya segera bisa di fungsikan dan dapat dimanfaatkan kembali.
(Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.