DEKLARASI PARTAI PENDUKUNG PASANGAN CABUP CAWABUP BANYUWANGI MAS YUSUF GUS RIZA.

180 Views

BANYUWANGI REPUBLIKNEWS, Partai Pengusung dari Demokrat dan partai pendukung dari PKB, PKS, dan partai Golkar di tambah dengan partai non parlemen dari PKPI, PAN, Garuda, Berkarya, Perindo, PBB serta PSI siap untuk memenangkan pasangan calon Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko S,Sos, dan calon wakil Bupati Banyuwangi KH. Muhammad Riza Azizy M.EIB periode 2020 – 2025.

 

Hal tersebut diungkapkan saat Deklarasi oleh para ketua partai pengusung maupun pendukung pasangan calon bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko S, Sos dan calon wakil bupati Banyuwangi KH. Muhammad Riza Azizy M.EIB di Ball room Galaran Hotel Luminor Jln. Yos Sudarso No.66 kelurahan Sukowidi, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi pada kamis (3/9/2020).

 

hadir dalam gelaran Deklarasi, calon Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko S,Sos, calon wakil Bupati Banyuwangi KH. Muhammad Riza Azizy M, EIB, ketua DPC Partai Demokrat, maichel Edy Hariyanto, SH, ketua DPC partai PKB HM Joni Subagio SH, MH. Yang diwakili KH. Abdul Ghofar yang juga selaku dewan syuro, ketua DPD Partai Golkar Ruliyono SH, ketua DPD partai PKS Faisol Azis, tokoh agama H.M. Ramli dan ustadz M.Toha dari ketapang, Made Pasek, SH, seorang agamawan Hindu, para pengurus, kader, serta para simpatisan.

Dalam pidatonya, Calon Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko S,Sos menyampaikan, bahwasannya hari ini adalah tonggak sejarah Banyuwangi menatap masa depan lebih optimis, yang lebih bergairah menempatkan wong cilik sebagai sokoguru pembangunan. Pemerintahan kedepan adalah duta – duta yang membawa misi kepentingan hajat hidup rakyat Banyuwangi.

Pendopo Kabupaten adalah tahta untuk rakyat, pemerintahan yang mengabdi tekun bekerja memaksimalkan pengalaman. Dengan keringat, kami telah bekerja langsung. Bergulat selama hampir 10 tahun. Ada saatnya kerja tekun, ada saatnya pula kerja kobar, setiap, pemimpin beda cara, 10 tahun kami memilih kerja tekun, kerja nyata bergulat tanpa citra berkobar – kobar suara. 10 tahun saya melayani dan bekerja untuk kemaslahatan warga desa – desa berbaur menyapa masuk kedalam setiap pintu – pintu rumah rakyat,” ungkap Yusuf.

Masih Yusuf, kepemimpinan bagi jalannya roda pemerintahan wong cilik adalah pelayan, pengabdi, petugas yang punya pengalaman mendedikasikan hidupnya. Banyuwangi 5 tahun kedepan harus melambungkan mimpinya. Kita adalah pintu terdepan daratan jawa dalam merengkuh Indonesia bagian timur dan tengah. Kita lebih pagi bekerja dibandingkan saudara – saudara kita yang tinggal di Kabupaten lain. Rakyat Banyuwangi di pimpin oleh seorang pemilik pengalaman, bukan pemerhati dibalik layar, kami akan mengawal keberlanjutan. Tidak cukup pula menjaga kesinambungan tanpa pengalaman,” tuturnya.

Lebih daripada itu, kami memastikan keberlanjutan di tangan dan kaki sendiri dengan berdaya upaya mengajak rakyat membangun. Kuasa rakyatlah yang membayang – mbayangi kami bekerja, dan bukan kuasa figur. Oleh karenanya, izinkan kami meneruskan dan menuntaskannya. Izinkan kami memastikan dan mengarahkan haluan Banyuwangi yang lebih berkeadilan, memakmurkan rakyat secara merata.

Pilkada bukan tentang Yusuf Widyatmoko, bukan tentang Gus Riza, pilkada ini tentang rakyat Banyuwangi yang menginginkan pemimpin yang memiliki pengalaman panjang untuk menyongsong masa depan Banyuwangi jauh lebih baik. Banyuwangi harus dibangun dengan kebersamaan menuju kemakmuran bersama, untuk itulah logo kami adalah logo dua sosok yang bergandengan tangan menuju kesejahteraan. Makmur bersama tidak bisa terwujud tanpa gotong royong, kami sadar bahwa kami tidak bisa sendiri, kami perlu seluruh rakyat Banyuwangi, dan kami berkomitmen siap menuntaskan amanah yang diemban kepada kami.

Mari songsong Banyuwangi yang makmur bersama untuk semua rakyat, bersama pemilik pengalaman. Mari menuntaskan kebaikan untuk Banyuwangi,” pungkas Yusuf mengakhiri pidatonya.

Sementara ditempat yang sama calon wakil Bupati Banyuwangi KH. Muhammad Riza Azizy M , EIB menambahkan, Pilkada bagi kami adalah sarana untuk lebih dekat dengan rakyat, bukan semata – mata mempertahankan kekuasaan. Kekuasaan bagi kami adalah sarana ibadah, melayani rakyat, menegakkan keadilan, dan bagi kami kekuasaan bukan untuk diri kami sendiri,” tuturnya.

Kami ingin mengajak kepada seluruh rakyat Banyuwangi, mari bersama – sama mas Yusuf dan Gus Riza, menghadirkan Pilkada yang damai, Pilkada yang bermartabat, Pilkada yang memenuhi ruang – ruang publik dengan gagasan dan ide terutama saat kita menghadapi pandemi covid -19 ini.

Semoga Allah SWT, Dzat yang maha kuasa atas segalanya, meridhoi langkah kebaikan yang ingin kami hadirkan untuk Banyuwangi menggantikan yu nah dan yu tun,” imbuhnya, (Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.