Miris…Nasib Mbok Ngatemi Warga Wonomerto Wonosalam Belum Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah

296 Views

Jombang, RepublikNews – Sungguh miris dan sangat memprihatinkan nasib kehidupan sehari-hari keluarga Mbok Ngatemi 70th, bersama suaminya (P. Rebo), dengan hidup seadanya di rumah kediaman yang kurang layak, mbok Ngatemi harus merawat suaminya yang lagi sakit selama 3 tahun ini, di tambah lagi juga harus merawat kakaknya Bejo 73th yang cacat.

Sakit suaminya yang bertahun tahun dan penderitaan saudaranya belum pernah merasakan penanganan yang serius dari rumah sakit serta bantuan dari pemerintah.

 

Jum’at 28/7/20 tim media RepublikNews dan LSM LP2KP meninjau langsung lokasi kediaman keluarga mbok Ngatemi, di dusun Ganten desa Wonomerto kecamatan Wonosalam kabupaten Jombang Jawa Timur.

Dengan serba keterbatasan dan jauh dari hidup layak, nasi jagung adalah makanan keseharian mereka untuk dikosumsi tiap hari demi bertahan hidup.

Kepada wartawan RepublikNews mbok Ngatemi mengatakan, “Damel maem bendinten maon jarang wonten pak (buat makan tiap hari aja jarang ada pak*red),” kata mbok Ngatemi

Sangat memprihatinkan melihat kondisi keluarga mbok Ngatemi, saat tim media dan LSM mendatangi rumahnya sungguh tidak tega melihatnya, Untuk kebutuhan tiap hari mbok Ngatemi mengharap belas kasihan tetangga sekitar.

lebih miris lagi dan mengherankan rumah kediaman mbok Ngatemi tidak jauh dari kantor kelurahan atau kantor desa Wonomerto, hanya berkisar kurang lebih 300 meter. Bagaimana bentuk perhatian pemerintah desa kepada warganya yang kondisinya sangat memprihatinkan ini…?

Ketika tim mempertanyakan kartu tanda penduduk (KTP) mbok Ngatemi mengatakan saat ini KTP nya hilang, hanya KTP sang suami yang ada. pada saat mencari KTP yang di taruh di dalam almari kayu dan dimasukkan didalam karung plastik, disitu kita melihat pula ada beberapa kartu lainnya, termasuk Kartu Indonesia Sehat dan JAMKESMAS.

Namun saat ditanya ada kartu BPJS kenapa gak dipergunakan untuk fasilitas berobat, mbok Ngatemi mengatakan,”kulo mboten ngertos niki damel nopo (saya tidak mengerti kartu ini buat apa*red), kata Mbok Ngatemi.

Mbok Ngatemi, saat di konfimasi Wartawan RepublikNews di kediamannya

Amat sangat disayangkan dengan semua ini,perhatian dan peran perangkat desa patut dipertanyakan kok ada warganya seperti ini seakan dibiarkan. Dalam pasal 34 undang-undang dasar tahun 1945 sudah tertera jelas, fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Dalam hal ini kepada awak media RepublikNews, mbok Ngatemi sangat berharap peran aktif pihak perangkat desa dan pihak yang berwenang untuk membantu meringankan beban keluarganya selama ini, mbok Ngatemi juga berharap ada pihak pemerintah terkait bisa membantunya memeberikan pengobatan untuk meringankan sakit suaminya . (Tim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.