Lagi Lagi Bendera Merah Putih Berkibar Dalam Kondisi Kusam dan Robek Di Kantor Pemerintahan

398 Views

Mojokerto, RepublikNews – Dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia, hiasan di jalanan mulai ramai di setiap sudut wilayah kabupaten Mojokerto. Bendera merah putih dikeluarkan, dikibarkan, dan jadi perhatian dengan berhiaskan umbul-umbul dan lampu-lampu berkerlip gemerlapan. Namun, masih saja ada yang menyentuh keprihatian di salah satu sudut kantor dinas pemerintahan Mojokerto

Keprihatinan masyarakat tentang bendera merah yang sudah usang dan robek yang masih terpampang. Disaat Indonesia merayakan HUT RI, dimana momen masyarakat mengenang jasa para pahlawan yang rela berkorban jiwa raga demi merebut dan mempertahan kan kemerdekaan dan masyarakat entah atas dasar intruksi dari jajaran pemerintah daerah maupun pusat,atau atas dasar kesadaran diri sendiri menghias berbagai umbul-umbul khususnya bendera merah putih, bendera kebanggaan dan kebesaran bangsa Indonesia.

Akan tetapi sangat miris dan memprihatikan justru muncul di kantor para pengawai dan pejabat pemerintahan  dengan adanya pemandangan di kantor kedinasan yaitu dinas pertanian dan perternakan kabupaten Mojokerto,senin 24/8/20.

Lagi lagi, kali ini untuk kesekian kalinya tim awak media ini, pada setiap peringatan HUT Republik Indonesia menemukan Bendera Kebangsaan Indonesia kusam dan robek masih berkibar di kantor kantor dinas pemerintahan.

Berawal ketika tim awak media ini mau meminta konfirmasi kepada kepala dinas peternakan dan pertanian Mojokerto terkait dugaan hilangnya bantuan hibah di salah satu desa yaitu bantuan sapi tahun 2016.

Awak media ini melihat pemandangan sang saka merah putih berkibar di depan kantor dinas dengan kondisi kusam dan robek bagian warna putih, Sungguh sangat disayangkan dalam hal ini,apakah tidak ada yang peduli dengan sang saka merah putih atau dinas tidak punya dana buat beli bendera,.. ? sangat tidak mungkin dan masuk akal.

Di ruang kantor Kepala dinas sesuai langkah awal  konfirmasi terkait bantuan sapi, salah tim media ini menyampaikan terkait kondisi bendera yang ada di depan.

“apakah bendera yang tidak layak didepan itu di ganti pihak dinas atau kami yang menurunkan dan mengganti bendera yang layak berkibar,” tanya media ini. Kepala Dinas menjawab,” Biar kami ganti sendiri mas,”kata kepala dinas.

Setelah hampir satu jam lebih di tunggu tidak ada tanda-tanda bendera akan diganti tang baru, spontanitas salah satu tim keluar untuk membeli bendera.

Dengan di bantu salah satu pegawai perempuan mendekati tiang bendera dan menurunkan bendera untuk di ganti yang baru dan layak berkibar, saat bendera mau di ikat pegawai perempuan bilang kok kecil pak benderanya, wartawan media ini menjawab,” mohon maaf memang itu kemampuan kami membeli bendera ini.

Setelah selesai mengibarkan bendera sang saka merah putih,tim kembali masuk menemui kepala dinas guna menunjukan bendera yang sudah kusam dan sobek tersebut, dengan santai dan senyum kepala dinas menerima bendera itu.

Dan Sampai hari ini selasa 25/8/20, bendera pemberian wartawan media ini masih berkibar belum diganti oleh pihak dinas peternakan Mojokerto.

Apakah pihak dinas peternakan dan pertanian tidak punya dana untuk membeli bendera..? (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.