Tata Cara Mendaftar Haji. Berikut Ulasannya.

438 Views

Tuban, RepublikNews.

Menunaikan ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam , oleh sebab itu , bagi anda yang berniat pergi haji, ada beberapa cara untuk merealisasikannya , sebab dapat melaksanakan Ibadah haji merupakan dambaan bagi setiap muslim .

Ada dua cara daftar haji, yaitu haji regular dan haji plus. Haji regular diselenggarakan langsung oleh pemerintah melalui Kementerian Agama. Sedangkan haji plus diselenggarakan oleh pihak travel haji yang telah ditunjuk langsung oleh pemerintah. Perbedaan keduanya hanya ada pada cara setoran pendaftaran, jumlah pembayaran dan fasilitas yang didapat.

Haji Reguler merupakan haji yang biayanya paling murah dari haji lainnya. Haji regular sendiri dikelola pemerintah sejak tahun 1971.

RepublikNews.id merangkumnya dari berbagai sumber dan inilah tata cara daftar haji reguler yang diberlakukan oleh Kementerian Agama .

Cara mendaftar haji

1. Membuka tabungan haji

Cara daftar haji regular yang pertama adalah membuka tabungan haji di bank yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Cara membuka rekening tabungan haji pun mudah, cukup datang ke bank dengan membawa identitas, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan uang Rp25 juta sebagai setoran awal.

Kenapa harus Rp. 25 juta ? Karena salah satu syarat pendaftaran haji reguler adalah pembayaran setoran awal BPIH ke rekening Menteri Agama sebesar Rp. 25 juta , Juga untuk mendapatkan kepastian berangkat (nomor porsi) haji reguler.

2. Menandatangani surat pernyataan persyaratan haji

Setelah memiliki tabungan haji cara daftar haji, selanjutnya Anda diwajibkan untuk menandatangani surat pernyataan memenuhi persyaratan pendaftaran haji yang diterbitkan oleh Kementerian Agama.

3. Melakukan transfer setoran awal ke rekening Menteri Agama

Cara daftar haji selanjutnya, calon jemaah haji diminta untuk melakukan transfer ke rekening Menteri Agama sebesar setoran awal BPIH pada cabang BPS BPIH sesuai domisili

4.Mendapatkan bukti setoran awal

Setelah melakukan transfer, Anda akan mendapatkan lembar bukti setoran awal berisi nomor validasi yang diterbitkan oleh BPS BPIH. Nomor ini perlu Anda simpan dan perhatikan baik-baik.

5. Mendatangi Kementerian Agama kabupaten/kota

Dokumen bukti setoran awal kemudian ditempel pas foto calon jemaah haji dengan ukuran 3×4 dan bermaterai. Setelah itu calon jemaah haji diminta untuk datang ke Kementerian Agama membawa dokumen bukti setoran awal dan persyaratan lainnya.

Persyaratan mendaftar ibadah haji.

Persyaratan yang harus dibawa saat mendaftar :

• Fotokopi rekening tabungan haji ukuran 100% sebanyak 2 lembar

• Fotokopi KTP ukuran 100% sebanyak 5 lembar

• Fotokopi Kartu Keluarga sebanyak 2 lembar

• Fotokopi akta atau buku nikah/akta lahir/ijazah sebanyak 2 lembar

• Fotokopi surat kesehatan ukuran 100% yang mencantumkan tinggi badan, berat badan, dan golongan darah sebanyak 2 lembar

• Foto ukuran 3×4 sebanyak 17 lembar, ukuran 4×6 sebanyak 3 lembar. Foto harus 80% wajah dengan latar belakang putih.

• Map (merek map ditentukan oleh pihak bank) untuk menyimpan berkas-berkas sebanyak 2 buah

• Apabila sudah memenuhi semua persyaratan di atas, nasabah bisa kembali ke bank untuk verifikasi.

Pihak bank nantinya akan mengecek semua berkas tersebut, untuk kemudian dibuatkan:

• Lembar validasi dari bank asli sebanyak 4 lembar
• Surat pernyataan bank (materai) asli 1 lembar,
• Surat kuasa dari bank (materai) asli 1 lembar
• Slip setoran awal bank Rp. 25 juta asli 1 lembar

Proses saat daftar haji di Kementerian Agama :

• Calon jemaah haji bisa datang ke kantor Kemenag Kabupaten atau Kota pada pagi hari untuk mencegah antrean panjang

• Setelah bertemu petugas Kemenag, calon jemaah diminta mengisi buku tamu dan mengisi formulir pendaftaran haji, berupa Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH)

• Jika sudah diisi secara lengkap, masukkan formulir itu bersamaan dengan berkas-berkas yang telah di bawa ke dalam map. Lalu serahkan kepada petugas dan calon jemaah diminta menunggu panggilan petugas

• Jika ada syarat yang dirasa kurang lengkap atau kesalahan ukuran fotokopi, seperti tidak ukuran 100%, maka calon jemaah diminta untuk fotokopi ulang. Anda tidak usah bingung , biasanya ada tempat fotokopi di sekitar kantor Kemenag. anda tinggal bilang, petugas fotokopi sudah tahu yang dimaksud calon jemaah

• Tahapan berikutnya adalah foto dan merekam sidik jari, yang nantinya dimasukkan ke SPPH. Selanjutnya menunggu panggilan lagi

• Bila sudah selesai diketik oleh petugas, calon jemaah kembali diminta untuk memeriksa dokumen SPPH tersebut, apakah ada kesalahan atau tidak

• Bila sudah benar semua, maka calon jemaah akan diminta menandatangani dokumen SPPH tersebut dan kemudian menerima lembar bukti pendaftaran haji yang berisi nomor porsi pendaftaran. Lembar itu ditandatangani dan dibubuhi stempel dinas oleh petugas kantor Kemenag Kabupaten atau Kota.

Selain lembar bukti SPPH, calon jemaah haji juga akan menerima kembali tanda bukti setoran awal BPIH yang dikeluarkan pihak bank

• Dua lembar bukti tersebut harus disimpan baik-baik, jangan sampai rusak, untuk menjaga jangan sampai rusak lebih baik di Laminating.

• Petugas akan menyampaikan perkiraan keberangkatan calon jemaah haji reguler dan meminta calon jemaah untuk mengecek perkiraan keberangkatan di website Kemenag https://haji.kemenag.go.id/v3/node/955358.
Nah bagaimana jika error, anda bisa langsung hubungi bagian Pendaftaran Haji Kemenag Pusat 021-34833924.

Demikian semoga bermanfaat dan semoga menjadi haji yang mabrur.
Niat…! adalah hal yang paling utama dalam beribadah haji , keinginan duniawi tidak ada habisnya untuk dikejar , sebanyak apapun harta yang kita miliki , bila tidak ada niat untuk pergi beribadah haji , maka kita tetap digolongkan orang yang tidak mampu dan itu adalah kerugian yang besar bagi kita.(@nt).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.