Rangka Hari Jadi ke 662 Pemerintah Kabupaten Ngawi Gelar Jamasan

98 Views

Ngawi,Republiknews – Rangkaian hari jadi Ngawi ke 662, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, karena ada pandemi Covid-19. Salah satu kegiatan rutin, Jamasan Pusaka tetap akan dilakukan untuk melestarikan budaya meski Ngawi masih berstatus zona merah.

“Untuk acara sakral jamasan pusaka dan malam tirakatan tetap diadakan, dengan protokol kesehatan yang ketat,” tutur Plt Kepala Bidang Kebudayaan Disparpora Ngawi, Suyanto.

Dia menambahkan, karena pandemi Covid-19 maka rangkaian acara perayaan yang biasa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, seperti panggung hiburan, perlombaan sampai dengan ziarah makam dan upacara peringatan hari jadi Ngawi, sementara ditiadakan.

Dia mengatakan, untuk tamu undangan, pelaku seni, dan panitia yang datang langsung cuci tangan, menggunakan masker dan sarung tangan serta diadakan pemeriksaan suhu tubuh dengan termograf.

Acara yang berlangsung di pendopo Wedya Graha Pemkab Ngawi tersebut, total semua undangan hanya setengah kapasitas pendopo, yaitu 50 orang. Dengan waktu seminimal mungkin,acara yang digelar pada tanggal 6 Juli 2020 pukul 08.30 hingga pukul 10.00. Setelah acara selesai, tidak ada acara makan di tempat, konsumsi berupa snack dan nasi kotak langsung bisa dibawa pulang.

Disinggung mengenai acara malam tirakatan, dijelaskan pula bahwa hal tersebut tetap dilaksanakan namun tetap dengan aturan yang sama, yakni mengedepankan protokol Covid 19. “Dan untuk semua yang hadir selain harus mengenakan masker, bagi undangan juga diwajibkan memakai face shield yang telah disediakan oleh panitia,” pungkasnya.

Bupati Ngawi Budi Sulistyono dalam sambutanya mengatakan ritual jamasan pusaka ini tidak bisa dilepaskan dengan sejarah awal berdirinya Kabupaten Ngawi,dengan demikian ritual yang kita lakukan sekarang ini keberadaanya harus dilestarikan supaya generasi penerus nantinya akan tahu makna yang terkandung didalamnya.

“Pusaka ini tiap tahun menjelang Hari Jadi selalu kita sucikan atau kita jamas.ditengah pandemi ini protokol kesehatan tetap dijalankan,kewajiban kita menjaga tradisi tetap terjaga”,tutup Bupati Ngawi. Dalam acara ini ditutup dengan tari tarian khas Kabupaten Ngawi yang punya sejarah khusus.(Disparpora/Bima)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.