Istighosah dan Pemantapan Kader Bekisar dari Kordes, Korcam Dan Baret

222 Views

Mojokerto, RepublikNews – Kasus KKN yang masih ada di pemerintah Kabupaten Mojokerto akan segera di tuntaskan dan dibumi hanguskan seperti jual beli jabatan, nepotisme akan segera hilang di Pemerintah Kabupaten Mojokerto, itu kalau Ikfina dan Barra terpilih sebagai wabup dan Cawabup.

Hal ini disampaikan Oleh Pengasuh Pondok Amanatul Ummah Prof KH Asep Saifudin Chalim,M M.Ag saat memberikan sambutan pada acara istighosah sekaligus Pemantapan Kader Bekisar dari kordes, korcam, baret (barisan RT).

Paslon IKBAR semata mata ingin memberikan pengabdian ke masyarakat,akan menjadikan Kabupaten Mojokerto menjadi percontohan daerah daerah lainya selangkah lebih maju dengan Moto Mojokerto Bangkit. “Kabupaten Mojokerto harus bisa maju dalam soal pendidikan,” kata kyai Asep.

Dia mencontohkan pendidikan di Pondok Pesantren Amnatul Ummah pada tahun 2017, menjadi sekolah terfavirit, pada tahun 2018 menjadi lembaga pendidikan dengan tutorial (guru guru) metode pengajarannya terbaik, tahun 2019 menjadi Ponpes modern inspiratif itupun dengan kompetitor Ponpes Gontor, Ponpes Darunnajah dan Al Amin,tahun 2020 mendapatkan prestasi yang membanggakan sekaligus teristimewa.

“Kami Amanatul Ummah sudah punya acuan tinggal kumpulkan sekolah sekolah dan memberi pengarahan pada gurunya,” papar kyai Asep.

Masih dengan yai Asep, sekolah yang maju adalah guru yang baik, sistemnya komperitif, gurunya kompeten tinggi, komitmen tinggi untuk mewujudkan keberhasilan pembelajaran.

Lulusan Amanatul Ummah banyak yang melanjutkan universitas dalam negeri seperti ITB, Andalas , UI, Unibra bahkan luar negeri ada yang ke Mesir, Maroko, Libanon, Turki Jepang, Jerman dan RRC.

Selanjutnya awak media bertanya kesejahteraan para pencari berita yang selama ini dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto seperi dikucilkan. Salah seorang media menanyakan kepada kyai Asep seandainya Gus Barra terpilih menjadi wakil bupati,”kyai Asep mengatakan akan di perjuangkan nasip wartawan dan wartawati pokoknya semuanya termasuk para awak media,” pungkasnya. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.