Misteri Atas Meninggalnya Warga Soko Akibat Tersetrum Listrik.

280 Views

Tuban, RepublikNews

Seorang warga Dusun Padas RT.09 RW 01 Desa Pandanwangi Kecamatan Soko Kabupaten Tuban, bernama Lukito (45) diketemukan meninggal dunia di Sawah milik Suminah (58) yang merupakan tetangga korban , ada dugaan bahwa kematian korban karena tersetrum di Sawah milik Suminah.

Kronologis dari peristiwa tersebut ,
Menurut Mertua korban MJN dengan didampingi adik ipar korban , Sekitar pertengahan bulan juni 2020, pagi hari korban di mintai bantuan oleh suminah pemilik sawah untuk memasang kawat setrum di seputaran sawah , karena lagi musim tikus, korban yang pada hari itu ada kerjaan maka korban menjanjikan setelah lautan/ pulang dari bekerja. “Koko wae lek sore sore  bar lautan ( Nanti saja Bulek setelah pulang dari kerja-Red).” jelas MJN menirukan suara korban.

Sepulang kerja , beberapa jam setelah korban istirahat, sekira pukul 17.45 Wib korban pun bergegas mengerjakan perintah suminah dengan  memasang kawat setrum jebakan tikus di seputaran sawah , tapi sebelum hal itu di lakukan ,Korban sudah mematikan terlebih dahulu aliran setrum dari meteran listrik ,
setelah beberapa saat  kawat sudah terpasang tiba tiba terdengar suara  Suminah  yang teriak – teriak  minta tolong karena korban kesetrum  , saat di datangi  MJN ternyata Korban sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan tubuh terlilit kawat.” terang MJN.

MJN menambahkan , saat terjadinya kejadian , yang ada di  rumah hanya Suminah dan anaknya Zaenal sehingga MJN menduga salah satu dari mereka yang menyalakan meteran listrik, MJN dan Jumari adik ipar korban berharap agar proses hukum tetap di jalankan, tetapi anehnya saat di tanyakan hal tersebut kepada Mugianto , Kanit Polsek Soko , kenapa  kok gak di tahan? mugianto (Kanit) menjawab .” Kasihan wong Orangnya sudah menyesal .” terang Jumari adik ipar korban.

Hal tetsebut menjadikan Keluarga Korban geram dan kecewa atas pelayanan Unit Reskrim Polsek Soko Polres Tuban  yang saat itu menangani Kasus kejadian tersebut di atas

Sampai berita ini diturunkan , 02/07/2020 belum ada penyelesaian atau titik temu di mana dapat terungkapnya siapa pelaku tindak kejahatan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Awak media konfirmasi kepada Kepala Desa Pandan wangi, Sugianto , dijelaskan bahwa kejadian tersebut benar adanya dan di harapkan bisa di selesaikan dengan cara kekeluargaan.

“Saya selaku Kepala Desa bersama Kamtibmas dan Bhabinsa setempat  menjembatani kedua belah pihak untuk melakukan mediasi, dan dari mediasi tersebut belum mendapatkan titik temu.” terang Kades Pandan Wangi.

” Tapi pada saat pemakaman ,korban dapat santunan sebesar Rp. 5 juta , di tambah Rp.20 juta untuk persiapan kirim doa, cuma uang tersebut yang sejumlah Rp.20 Juta sampai hari ini belum di berikan kepada istri korban.” ungkap Kades.
Bersambung….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.