Gubernur Lampung Bentak Wartawan Saat Liputan, Forum Pers Lampung Angkat Bicara

134 Views

Bandar Lampung, RepublikNews – Sebagai Gubernur Lampung Ir Arinal Djunaidi sepertinya belum siap dengan kehadiran wartawan. Berkali – kali Gubernur Lampung tersebut Gubernur Lampung Bentak Wartawan Saat Liputan, Forum Pers Lampung Angkat Bicara mengeluarkan ucapan berupa bentakan terhadap wartawan disaat melakukan liputan rapat daerah.

Sebelumnya diketahui Arinal Djunaidi menghardik wartawan sambil mengaku dirinya preman pada saat memimpin Rapat Koordinasi Pilkada 2020 di ruang rapat utama Kantor Gubernur Lampung. Dalam rapat dihadiri Kapolda Lampung Irjen. Pol. Drs. Purwadi Arianto M.Si, Ketua DPRD, KPU dan Bawaslu serta sejumlah Kepala OPD, Rabu (24-06)

Kata – kata keras yang yang diucapkan Arinal Djunaidi yang ditujukan kepada Andreas wartawan MNC TV, antara lain ” hei !! Kamu jangan dulu merekam, saya ini lagi pusing, bisa engga !!? Saya juga preman, dulu mantan Preman”, mendapat sorotan dari Forum Pers Independent Indonesia (FPII) sekwil Lampung.

“Saya pribadi menyayangkan sikap Bapak Gubernur Lampung tersebut. Mungkin beliau sedang terbebani tugas- tugas berat. Tapi tidak etis juga lah seorang kepala daerah mengeluarkan kata-kata keras dan emosinya. Ini sudah berulang kali terjadi pada saat rekan-rekan melakukan acara Beliau.” jelas Aminudin, Kamis (25/06) kepada awak media partnert FPII saat diminta tanggapannya terkait sikap Gubernur

Sebagai Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Sekretariat Wilayah Provinsi Lampung, Aminudin berharap kedepannya Gubernur jangan sampai mengulangi hal serupa. Hasil rapat seperti itukan perlu disampaikan kepada masyarakat melalui rekan- rekan media. Bila hal seperti ini terjadi lagi menimpa rekan- rekan wartawan yang sedang melakukan tugas jurnalistiknya, kemungkinan besar kami akan melakukan kritikan yang lebih keras lagi,” jelas Aminudin. (Nur)

Sumber : Forum Pers Independent Indonesia ( FPII )Prov Lampung.
Telpon : 082376039210

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.