Dinas Pertanian Ngawi Gelar Sosialisasi Usaha Petani Tembakau

132 Views

Ngawi, RepublikNews – Dinas pertanian khususnya Bidang Perkebunan dan Holtikultura melaksanakan sosialisasi kegiatan dukungan sarana dan prasarana usaha tani tembakau tahun 2020 yang bersumber dari dana DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) pada, Juni 2020.

Wibowo selaku kepala bidang Perkebunan dan Holtikultura mengatakan tujuan sosialisasi kegiatan ini adalah untuk melakukan pembinaan dan pendampingan bagi kelompok tani tembakau agar meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman tembakau.

Sosialisasi di laksanakan di 3 kecamatan yang merupakan wilayah yang memiliki areal tembakau terluas di Kabupaten Ngawi.

Program peningkatan kualitas bahan baku kegiatan dukungan sarana dan prasarana usaha tani tembakau, pemerentah kabupaten ngawi melaluai dinas pertanian Kabupaten Ngawi berupaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tembakau dengan mengalokasikan anggaran untuk mendukung sarana dan prasarana usaha tani tembakau di Kabupaten Ngawi.

Bantuan yang di berikan hanya sebagai stimulan berupa alat alat mesin pertanian seperti cultivator,pompa air dan hand sprayer elektrik dengan adanya dukungan alat mesin seperti cultivator sebagai alat dangir moderen petani lebih mudah melakukan olahan tanah yang lebih efektif dan efisien. Demikian juga peralatan yang lain,seperti pompa air dan hand sprayer elektrik,pekerjaan akan lebih efektif dan efisien.

Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) yang merupakan wadah petanitembakau, menilai tanaman tembakau bisa menjadi alternatif petani yang potensial di musim kemarau. Ketika musim kemarau keadaan air di lahan pertanian sangat sedikit, yang biasanya tidak bisa di tanami tanaman pangan atau holtikultura tapi masih bisa di tanami tanaman tembakau. Apti sangat sangat mengaharapkan dukungan dari pemerintah kabupaten ngawiyang tidak lepas dari dukungan sarana prasarana usaha tani tembakau.

Diharapkan dengan sosialisasi ini lebih memberikan motivasi untuk petani tembakau lebih meningkatkan areal tanamnya tahun ini. Karena pasar tembakau masih terbuka luas ,dan secara analisa usaha tani ketika di kelola dengan baik, hasil dari menanam tembakau lebih besar jika di bandingkan dengan menanam padi.
Sehingga brend Karangjati akan bangkit lagi dan bisa menjadi ikon tersendiri buat komoditi perkebunan di kabupaten ngawi, tambah wibowo

Harapan petani tembakau yang di wakili oleh APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) kabupaten ngawi tahun tahun berikutnya pemerintah kabupaten ngawi melalui dinas pertanian bisa memberikan alokasi bantuan yang lebih besar ,sehingga bisa menjangkau sebagian besar petani/kelompok tani tembakau di seluruh wilayah kabupaten ngawi,”ujar sojo ketua APTI kabupeten Ngawi. (Dinas Pertanian/Bima)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.