KEPALA DESA GROGOL ANGKAT BICARA TERKAIT POLEMIK WARGANYA

232 Views

Banyuwangi, RepublikNews – Menyikapi berita yang telah beredar sebelumnya terkait polemik warganya, Kepala Desa Grogol, Samsul Arifin angkat bicara. Saat di konfirmasi awak media Republiknews di ruangannya, senin (8/6/2020) Samsul Arifin mengatakan” untuk menyikapi berita online yang di kirim lewat WA (Whatsapp) saya, setelah saya baca, yang isinya kakek Ali tidak punya tempat tinggal dan hidup sebatang kara, itu salah mas,” ungkapnya kepada awak media. Pasalnya beberapa tahun yang lalu pak Ali ini mendapatkan bantuan pembangunan rumah lewat program bedah rumah dari pemerintah Desa Grogol, kakek Ali ini sebenarnya masih punya rumah, yang sekarang di tempati cucunya yang bernama mastukik, dan sekarang kakek Ali hidup bersama dua cucunya Jan dan Masturik jadi kakek Ali bukan sebatang kara,” jelasnya.

Cerita yang kami dengar, lanjut Samsul, berawal, setelah rumahnya dibangun lewat program bedah rumah, kakek Ali itu tidak cocok sama cucunya yang pertama, kami tidak tahu masalahnya apa? Sehingga ia memilih keluar dari rumahnya dan di ikuti oleh dua cucu lainnya, hingga sekarang ia numpang di rumah milik pak Bus yang berada ditanah pengairan, warga grogol menyebut tanah GG, namun sebelumnya kakek Ali ini sudah sering berpindah – pindah rumah,” jlenterahnya.

Jadi menurut prosedur, masih Samsul, tanah itu kan milik pengairan boleh di tempati asal tidak dibangun permanen , dan kakek Ali tinggal di situ bukan yang pertama.

Sebelumnya rumah itu milik pak Karjin, kemudian diganti rugi oleh pak Bus berhubung pak Bus belum bisa menempati, dari pada kosong, dan kebetulan kakek Ali membutuhkan tempat tinggal, akhirnya di kasih nempat di situ, dengan perjanjian kalau sewaktu – waktu pak Bus membutuhkan kakek Ali harus siap keluar untuk mencari tempat tinggal lainnya, dengan berjalannya waktu, karena pak Bus butuh uang akhirnya rumah tersebut di gantikan lagi sama Imrani.

Menurut informasi yang kami dengar, tanggal 15 yang akan datang rumah tersebut mau ditempati sama Imrani, dan Imrani memberi tenggang waktu antara sekarang sampai tanggal 15 pak Ali disuruh pindah dari rumah tersebut untuk mencari tempat yang lain.

Dan Alhamdulillah, sebelum berita kemarin beredar, cucunya yang satu sempat ke rumah saya, bahwasannya mohon minta bantuan masalah tanah, dan itu saya sanggupi,” tutur Samsul.

Karena ada tanah GG dibagian timur yang masih kosong, maka saya suruh nempati disitu, tanah itu dulunya juga pernah ditempati oleh warga, karena orangnya sudah pindah maka kek Ali saya suruh ganti nempati disitu.

Bahkan teman – teman pemuda di sini semuanya siap membantu, bergotong royong untuk membangunkan rumah , dan cucunya yang bernama Jan itu sudah ngomong bahwasannya sudah beli rumah untuk dipindahkan kesitu,” pungkasnya.

Sementara di tempat berbeda, Andon(67) rt setempat, saat ditemui awak media dirumahnya membenarkan apa yang di sampaikan kepala desa grogol itu ” awalnya pak Ali itu hidup bersama tiga cucunya tinggal di rumah pribadinya di rt 01 rw 02 dan sempat mendapatkan program bedah rumah dari pemerintah desa Grogol.

Dengan berjalannya waktu ada masalah dalam keluarga antara kek Ali dengan salah satu cucunya yang bernama Mastukik, hingga akhirnya kek Ali memilih untuk keluar dari rumah dengan di ikuti dua cucu lainnya, yaitu Jan dan Masturik, pada saat kebingungan tempat tinggal, Andon rt setempat merasa kasihan dan kebetulan di depan rumahnya ada rumah kosong milik Almarhum pak Sanan lalu kek Ali bersama dua cucunya di suruh nempat di situ untuk sementara tanpa menyewa dengan syarat mau merawat rumah tersebut.

Selang tiga tahun kemudian, kebetulan rumah itu mau dijual, Andon berharap kedua cucu kek Ali, Jan dan Masturik bisa membeli dengan cara patungan, karena selama tiga tahun menempat di situ, Andon sudah mewanti – wanti untuk menabung sedikit demi sedikit agar kelak bisa membeli rumah karena ia seorang sopir,” tutur Andon.

Pada saat ditawari kek Ali beserta kedua cucunya sanggup untuk membeli, Setelah ditunggu berbulan – bulan ujung – ujungnya gak ada respon, padahal cuma Rp.18 juta setelah rumah itu dibeli orang lain kek Ali pindah lagi, dan sekarang numpang dirumah pak bus.

Pada saat numpang dirumah miliknya itu, pak Bus sempat ngomong kepada Kek Ali dan kedua cucunya, bila minat di suruh ganti rugi pondasi beserta rumahnya seharga Rp.12 juta dengan cara di cicil selama tiga tahun.

Setelah menempati selama satu tahun persis ditunggu – tunggu tidak ada cicilan masuk dan tidak ada respon akhirnya rumah tersebut diganti rugi oleh imrani dengan harga Rp.13 juta,” jelas Andon.
Dan sekarang kan sudah mau ditempati Imrani mau gak mau ya harus pindah,” imbuhnya. (Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.