Tinjau Lokasi Banjir Di Parengan, Dandim 0811 Tuban Ajak Masyarakat Tanggap Bencana

116 Views

Tuban, RepublikNews

Hujan deras yang mengguyur di wilayah Tuban Selatan pukul 03.00 WIB hingga mengakibatkan Sungai Kalikeling meluap , akibat dari hujan deras tersebut 6 (enam) Desa atau pemukiman di tepian sungai di Kecamatan Parengan terendam banjir.

Dandim 0811 Tuban Letkol Inf Viliala Romadhon, S.E, M.I.Pol meninjau lokasi terjadinya banjir. Danramil 0811/18 Parengan Kapten Inf Heri Purnomo melaporkan fakta nyata tentang banjir yang merendam enam Desa, yakni Margorejo, Brangkal, Sembung, Cengkong, Parangbatu, Kumpulrejo wilayah Kecamatan Parengan. Area persawahan juga dilaporkan tergenang air. Kodim 0811 Tuban akan membantu masyarakat dalam mengatasi dampak banjir di desa tersebut. Jum’at .10/04/2020.

Dilokasi banjir, rombongan Dandim 0811 Tuban meninjau lokasi banjir di Kecamatan Parengan, dengan meninjau langsung dampak yang ditimbulkan akibat banjir, diantaranya tanaman padi dan permukiman warga seluas lebih kurang 30 Ha yang terendam air dengan ketinggian rata-rata setinggi lutut orang dewasa, sehingga merendam enam Desa, yakni Margorejo, Brangkal, Sembung, Cengkong, Parangbatu, Kumpulrejo wilayah Kecamatan Parengan.

Bencana banjir yang terjadi pada hari Jum’at tanggal 10 April 2020 di wilayah Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban bukan karena luapan Bengawan Solo, namun karena meluapnya anak Sungai Bengawan Solo yaitu Sungai Kalikening, yang memisahkan Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban dengan Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro.

Pada kesempatan itu Dandim 0811 Tuban juga menyampaikan himbauan kepada perangkat Desa dan masyarakat yang terkena dampak banjir, tentang sikap tanggap warga khususnya yang tinggal di pinggiran sungai, terutama dimusim hujan, agar memiliki sikap tanggap terhadap bencana ini, pada nantinya akan tercipta Desa yang tangguh bencana, sehingga dampak dan kerugian dari bencana banjir yang terjadi dapat diminimalisir sejak dini.

Selanjutnya Dandim 0811 Tuban ini meninjau lokasi Sungai Kalikening bantaran aliran Sungai Bengawan Solo yang menggenangi ke area jalan serta pemukiman warga Brangkal dan lahan pertanian tanaman padi seluas 15 hektar turut terendam. Sedangkan, Jalan penghubung Cengkong menuju Desa Kumpulrejo terendam air setinggi 70 cm dan tanaman padi seluas 5-9 hektare rata oleh genangan air. Banjir pagi ini juga melanda Desa Parangbatu arah Brangkal genangan air seluas 300 meter dan air setinggi 50 cm menggenangi Pekarangan rumah warga.(@nt).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.