Hari Jadi Pacitan Bermakna Syukur dan Instropeksi

315 Views

Pacitan,RepublikNews | Puncak hari jadi ke-275 Kabupaten Pacitan tersaji mempesona. Rangkaian prosesi berlangsung khidmat berbalut budaya nan meriah. Pendopo Kabupaten yang disulap menjadi paseban agung, serasa kembali ke masa lampau. Suasana kian lengkap dengan alunan gending-gending Jawa serta busana khas Jawa lengkap yang dikenakan para undangan.

Panggung raksasa berdiri megah persis di depan pendopo agung dimana Bupati dan Wakil Bupati Pacitan bersama Istri, Forkompimda beserta tamu undangan berada.

Wabup Minta KAHMI Dapat Bersinergi Dengan Pemerintah

Di panggung itu pula akan tampil seniman Pacitan yang tergabung dalam Seniman Pacitan (Sampan), Sanggar karawitan Ngesti Laras Pringkuku, Sanggar Karawitan Dharma Praja Budaya serta bintang tamu Brayat Endah Laras.

Prosesi bermula ketika lurah Nanggungan dan Lurah Sukoharjo menghaturkan persembahan “Tirto wening” serta “Rucuh Pace” kepada Bupati Pacitan. Kedua seserahan itu dikirab dari perempatan penceng melewati jalan Ahmad Yani menuju pendopo Kabupaten. Tak kurang dari 500 prajurit beratribut lengkap dengan senjata tombak dan tameng mengawal kirab kolosal tersebut.

Dalam sambutanya Bupati Indartato menyampaikan dua hal penting dalam memaknai peringatan hari jadi ke 275 Kabupaten Pacitan ini. Makna pertama adalah syukur atas segala nikmat, perlindungan dan prestasi selama ini. Tidak lupa, bupati juga menyampaikan rasa terima kasih atas kerjasama dan dukungan semua komponen dalam membangun Pacitan.

Penandatanganan Fakta Integritas Kejaksaan Negeri Aceh Timur

Makna kedua adalah instropeksi diri. Bupati Indartato mengakui jika sejauh ini masih banyak kekurangan serta pekerjaan yang belum terselesaikan. Salah satunya, adalah kemiskinan. Angka penduduk kurang beruntung di Pacitan sampai saat ini masih tergolong tinggi yakni berkisar 13 persen. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah untuk diselesaikan.

Dalam kesempatan itu pula bupati Indartato memberikan penghargaan kepada Bupati Pacitan periode 1990-1995 Soedjito sebagai penggagas hari jadi Kabupaten Pacitan. Turut hadir dalam prosesi puncak ini para mantan bupati dan wakil bupati , sekda , Bakorwil Madiun serta para tokoh yang ada di luar Pacitan. (Pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.