Demi Kebutuhan Perut “Rakyat Kecil dan Miskin” Menuntut Keadilan

417 Views

Malang, RepublikNews – Tragis apa yang di alami oleh Tiwan, warga Rejosari Kecamatan Bantur kabupaten Malang ini. Pasalnya agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan bisa menyambung Hidup Keluarganya, Tiwan yang kesehariannya mencari luruh Daun Cengkeh dan bekicot serta pekerja serabutan ini harus berurusan dengan polisi.

Tiwan ditangkap dan di tahan oleh satuan Polsek Bantur/Res Malang Jawa Timur Di desa Rejosari Kecamatan Bantur karena Di duga melakukan pencurian tanaman Porang yang di duga barang bukti kurang lebih 1 Glangsing Di ruas Hutan kecamatan Bantur.

Rikkes Berkala, Ukur Kesehatan Prajurit Korem

Tiwan dilaporkan oleh salah satu warga yang menanam tanaman tersebut di ruas hutan yang sifatnya hutan tersebut kemitraan sama masyarakat. Dari hasil laporan tersebutlah Tiwan di tangkap dan di tahan di polsek Bantur/Res Malang Jawa timur.

Tiwan, saat di temui tim MPPKKN dan Wartawan RepublikNews di sel tahanan

Dari hasil penulusuran fakta tim LSM MPPK2N dan awak media RepublikNews dan keterangan Tiwan, Sebelum melakukan pencurian Tiwan sudah di titipin uang sebesar Rp 80.000 oleh salah satu oknum warga yang nanti akan membeli tanaman porang tersebut ikut transaksi (jual beli)akan tetapi saat Tiwan di tangkap dan di tahan kok oknum warga yang memberi uang tersebut tidak di tangkap,” ungkap Tiwan saat ditemui LSM dan awak media RepublikNews.

Tim Lembaga masarakat pemerhati pelaku korupsi kolusi dan Nepoitismi (MPPKKN) mengungkapkan hukum di Negri ini masih patut di pertanyakan masih belum sepenuhnya keadilan ini di rasakan oleh rakyat kecil, Hukum Masih Runcing Kebawah, Tumpul Keatas seperti yang dialami oleh Tiwan dan keluarganya.

Saat tim Lembaga dan awak media melakukan investigasi ke rumah keluarga di sambut oleh Bawon istri dari Tiwan ternyata Rumah dan kehidupan keluarganya sangat memperhatinkan, hampir semua terbuat dari Bambu (Gedek)yang sudah berlubang dan di duga kuat istri Tiwan juga kurang dalam pemikiran.

Bupati Lampung Barat Jalan Santai dan Tanam Pohon di KR

Saat tim lembaga dan media meminta konfirmasi ke pihak Polsek Bantur Kapolsek dan Kanit tidak ada di tempat, Salah satu anggota polsek Bantur saat di mintai keterangan awak Media masalah tentang Tiwan mengaku kurang paham dan mengerti perkara itu yang lebih mengerti adalah Kanit,”ungkap humas Polsek Bantur.

“Tim Lembaga MPPKKN dan RI 007 juga menyayangkan kejadian ini, tujuan pemerintah memperlakukan aturan Perhutani kemitraan sama masyarakat adalah supaya masyarakat sekitar ruas Hutan yang miskin bisa menikmati hasil kemitraan tersebut dan bisa menumbuhkan ekonomi lebih baik di sekitarnya, akan tetapi fakta realitanya belum bisa sepenuhnya di nikmati rakyat miskin?. (tim) bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.