Musyawarah Klarifikasi Terkait Tanah Waduk Kedungkiter

Tuban, RepublikNews.

Meskipun sempat terjadi tarik ulur ketentuan waktu untuk pertemuan dalam rangka membahas terkait waduk Kedungkiter akhirnya , pertemuan itu terlaksana pada hari Kamis, 24/10/2019, bertempat di Balai Desa Karangasem Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban.

Hadir pada pertemuan itu , Pemdes dan BPD Desa Karangasem, Muspika Kecamatan Jenu , BUMDes,Tokoh Masyarakat dan Ratusan Warga desa Karangasem.

Dalam pertemuan tersebut terjadi adu argumentasi dan pernyataan antara Hj.Rumiasih dan Sekretaris desa/ Carik , Edris , tentang kepemilikan lahan seluas 11.835 m2.

Sekretaris Desa Karangasem , Edris dihadapan warga yang hadir menjelaskan bahwa ” buku c desa ini adalah tinggalan dari pemerintahan zaman a sampai z sampai kita sekarang ini, setiap ada konflik ,acuan kita adalah buku ini yang menjadi pedoman kita, kita hanya meneruskan pemerintahan yang dulu, datanya ada semuanya, barangkali penyampaian kita salah, monggo diajukan ke pihak sana.” tegas Edris.

Ada pernyataan baru yang disampaikan oleh Hj.Rumiasih bahwa awal mulanya dia membeli dari Wartono mantan kades Temaji secara borongan tanah seluas 11.835 m2 atas nama karis senilai rp.35 juta, dia datang ke kantor desa Karangasem bersama santoso untuk mengurus surat tanah yang dibelinya, diruangan sekdes , carik menyampaikan ke Hj.Rumiasih bahwa masih ada tanah sedikit disuruh membeli sekalian senilai 5 juta transaksinya di kantor desa Karangasem yang menangani transaksi sekdes Edris, saksinya Santoso , dibuatkanlah kwitansi oleh carik untuk dimintakan tanda tangan ke Karis, santoso berangkat ke rumah karis diantar Gunandar untuk meminta tanda tangan.

Selang beberapa waktu, Hj.Rumiasih menanyakan kelanjutan surat tanah yang dibeli, keluarlah sppt tanah seluas 2500 m2 atas nama Hj.Rumiasih, dan 9.335 m2 atas nama Karis, sedangkan tanah seluas 11.835 m2 yang dibeli oleh hj.rumiasih tidak keluar Spptnya.
” Bagaimana mungkin yang 11.835 m2 bisa keluar, karena ternyata telah dipecah oleh carik menjadi dua , satu atas nama saya seluas 2500 m2 dan satunya atas nama Karis seluas 9.335 m2.” terang Hj.Rumiasih.

“Jadi intinya saya nggak sadar kalau saya beli tanah dari tanah yang sudah saya beli, Kenapa ahli waris dari Karis tidak menanyakan ,karena mungkin mereka tau bahwa orang tuanya telah melepaskan hak atas tanah itu , sekarang begitu muncul yang 9.335 m2 atas nama Karis , ya mestinya oleh carik tanah itu diserahkan ke ahli warisnya.” pintanya.

Forum pertemuan sore itu terjadi kesepakatan untuk membentuk Tim , yang akan mengadakan pengukuran ulang waduk Kedungkiter yang mempunyai luas sekitar kurang lebih 14 ha.

Sekretaris Desa Karangasem , Edris saat wawancara khusus dihadapan para awak media mengatakan bahwa ”
Tanah yang 2500 m2 adalah tanah TN Murni itu saya pertanggung jawabkan dengan data yang ada, tanah TN itu bisa di mohon dengan dasar 20 tahun dari penggarap pertama sampai ke pembeli, terkait dengan yang 5 juta , saya dituduh dikasih uang segitu , kemarin sudah tak klarifikasi kepada hj.Rumiasih, sampyan yang sudah ahli di bidang pertanahan ngasih uang rp.5 juta kok nggak ada kwitansinya.” terang Edris.

Terserah Hj.Rumiasih mau dibawa kemana masalah ini, kalau dari pemerintahan desa karang asem Hj.Rumiasih sudah tidak memiliki tanah di Karangasem, sesuai data kita, kalau dia punya data dan bukti- bukti yang lain silahkan ,bisa untuk dilanjut ke jalur hukum, tentang Tanah Waduk Kedungkiter yang seluas 14 ha sampai saat ini masih utuh, saya bisa pastikan itu masih ada .” kata Edris memastikan.(@nt).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.