Panitia Pilkades Tidak Netral Puluhan Warga Datangi Balai Desa Kalipait Tegaldlimo

803 Views

Banyuwangi RepublikNews – Puluhan warga dusun Kutorejo dan Purworejo Desa kalipait, kecamatan TegalDlimo, kabupaten Banyuwangi beramai – ramai menggeruduk kantor Kepala Desa pada kamis (8/8/2019) , mereka meminta penjelasan dari panitia pilihan kepala desa (PILKADES) setempat, atas adanya indikasi ketidak netralan panitia dalam proses penyaringan dan pendaftaran bakal calon Kepala desa ( BALON KADES).

Dari puluhan massa yang mengatas namakan warga Desa kalipait tersebut, menuntut agar PILKADES di desa mereka dilaksanakan secara Demokratis dan trasparan sesuai dengan aturan yang sudah ada.

Kedatangan warga dari dua dusun tersebut di sambut oleh panitia pilihan kepala desa (PILKADES ) 2019 di aula kantor Desa kalipait, kedatangan mereka tidak lain untuk melakukan audiensi dan minta jawaban atas surat” cinta” yang sudah di layangkan kepada panitia pada hari selasa pagi 30/8/2019 minggu yang lalu , yang isinya para warga merasa keberatan atas hasil tes pemilihan kepala desa dan penetapan bakal calong kepala desa ( BALON KADES).

Ketua panitia PILKADES, Ponidi, sa’at di wawancarai awak media mengatakan, bahwa yang mendaftar ada 4 yang pertama ibu Karmi Susanti, ke 2, pak Banadi, ke 3, pak puput Andri Atmojo dan yang ke 4, pak Supriyono, dari ke .empat calon tersebut 3 dari dusun purworejo dan 1 dari dusun kutorejo, hak pilih kurang lebih 5000. Untuk menanggapi pertanyaan masyarakat tadi, kita sebagai panitia, kami adalah tidak lepas dari BPD, dan tidak lepas dari panitia kecamatan, ataupun dari kabupaten, dengan adanya pertanyaan seperti itu, kami perlu koordinasi, bahwasannya kita akan mengundang hadirkan dari masyarakat yang mewakili 4 calon tersebut, dan kita akan mengundang dari kecamatan dan dari kabupaten, biar semua jelas,” tuturnya.

Lebih lanjut, Arif, menambahkan, kadatagan warga seakan – akan mereka itu dari kubu seseorang yang memang terlalu menggebu gebu, apa yang di laporkan kita ke panitia itu kan sesuai tahapan, tgl 23 kita semua melaporkan hasil klarifikasi semua calon pada BPD, BPD meneruskan ke kabupaten Banyuwangi, sambil menunggu itu sampai tgl 30 kita ya memang tidak ada kegiatan, artinya kita kumpul – kumpul hanya sebatas membahas masalah rencana – rencana, misalnya seperti rencana kapan, seperti apa bentuknya, karena memang tahapannya tgl 30 itu serentak,” kata Arif.

Masih Arif, sambil menunggu, kita jelaskan tadi, tgl 29 itu di pihak desa lain masih ada kegiatan seleksi tulis, dadi karepe tiyang tiyang niku wau kalau saya cermati, lek wis ndang panitia iki wis nduwe keputusan yo ndang di umumne, aku selak arep mbentuk tim sukses, seperti itu,” imbuh Arif dengan sebagian bahasa logat jawa.

Sementara itu di tempat lain, Purwadi, koordinator aksi sa’at di temui awak media REPUBLIK NEWS mengatakan, bahwasannya kedatangan kami ke sekretariat panitia PILKADES di kantor kepala desa , menuntut agar PILKADES dilaksanakan secara demokratis dengan mengacu tata tertib yang sudah ada, kami juga menuntut netralitas panitia dan BPD jangan membuat warga resah, serta menuntut jawaban surat yang sudah kami layangkan kepihak panitia, ” katanya.

Dedi, warga kutorejo mengatakan tidak puas dengan hasil pertemuan di kantor desa, pasalnya pihak panitia kurang transparan memberikan sebuah informasi kepada kami, para warga yang hadir serta kami tidak di beri kesempatan untuk tanya jawab,” tegasnya.

Sementara dari hasil pantauan awak media, dari pertemuan duduk bareng panitia dan warga terkesan monoton, tidak membuahkan hasil, panitia berdalih tidak tepat momennya sa’at ini panitia mengumumkan penetapan bakal calon kepala desa dengan alasan dari pihak semua bakal calon kepala desa tidak hadir sa’at ini. ( Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.