Deklarasi Tuban Zero Narkoba Libatkan Pemkab dan BNNK .

247 Views

Tuban, RepublikNews.

Bupati didampingi Wabup bersama Kepala BNNP Jatim dan BNNK Tuban serta segenap anggota Forkopimda Tuban melakukan deklarasi memerangi peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, Minggu (23/06/2019) di lapangan Watu Gajah, Semanding Tuban.
Deklarasi juga diikuti Sekretaris Daerah, pimpinan OPD dan Camat, serta warga sekitar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh BNNK Tuban dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019.

Bupati Tuban, H. Fathul Huda menyerukan pada masyarakat untuk perangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Bumi Wali. Bahkan hingga saat ini Pemkab bersama BNNK Tuban, Polri dan TNI secara berkelanjutan mengadakan operasi maupun razia untuk mewujudkan Kabupaten Tuban Zero Narkoba. “Dilakukannya operasi bukan karena benci, tetapi karena Pemkab Tuban peduli dengan masyarakat,” tuturnya.

Peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kabupaten Tuban mulai menurun. Pada tahun 2018, sebanyak 75 persen tahanan di Lapas Tuban merupakan terpidana peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Jumlah tersebut mengalami penurunan drastis di tahun 2019. “Pada tahun 2019, hanya tersisa 15 persen. Jumlah ini akan terus ditekan hingga zero narkoba di Lapas Tuban, narkoba dan anak turunnya bisa menyerang siapa saja. Tidak hanya remaja, tapi juga orang dewasa dengan berbagai latar belakang. Tidak hanya itu, Narkoba dan miras dapat memicu seseorang untuk bertindak mengganggu ketertiban dan merusak tatanan masyarakat. Bahkan, tingginya angka kecelakaan salah satunya dikarenakan narkoba dan miras, remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar. Karenanya diperlukan edukasi pemahaman tentang bahaya narkoba. Hal ini sebagai upaya preventif agar anak-anak tidak sampai mencoba.” terang Fathul Huda.

Kepala BNN provinsi Jawa Timur, Brigjen pol Drs. Bambang Priyambadha, S.H., M.Hum., mengungkapkan pada tahun 2018 BNNP Jatim mengamankan 26 kg sabu. Sedangkan, Januari-Juni 2019,  BNNP telah mengamankan 28 kg sabu. Jumlah ini menunjukkan adanya peningkatan yang mengkhawatirkan.

Guna menyikapi hal tersebut, instansi pemerintah harus ikut berperan aktif dalam memerangi peredaran narkoba. Upaya yang dapat dilakukan, diantaranya pembuatan Perda P4GN, sosialisasi,  tes urine, dan pembentukan kader anti narkoba.

Mantan Kapolres Tuban ini menjelaskan bahwa lingkungan keluarga perlu dibina untuk menjalin komunikasi dua arah. Anggota keluarga juga harus saling mengenali tanda-tanda perubahan sikap. Di samping itu, lingkungan pendidikan dan masyarakat juga harus ikut andil dalam pengawasan dan pencegahan peredaran narkoba. “Jika ditemukan pengguna narkoba segera lapor ke BNN untuk direhabilitasi. Gratis dan tidak dipidanakan,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Kepala BNNK Tuban, I Made Arjana menambahkan peringatan HANI lahir sebagai wujud keprihatinan penyalahgunaan narkoba yang telah menelan banyak korban jiwa. Kelompok usia remaja menjadi sasaran paling rawan untuk dijadikan target penyalahgunaan narkoba. “Oleh karena itu, tema yang diangkat adalah Milineal Sehat Tanpa Narkoba, Menuju Indonesia Emas, pemerintah pusat telah menetapkan penyalahgunaan narkoba sebagai extra ordinary crime. Karenanya diperlukan penanganan khusus dan komprehensif. “Mari kita jaga anak kita dari penyalahgunaan narkoba. Tugas ini menjadi tanggung jawab semua elemen. Mari kita perangi narkoba dimulai dari keluarga,” pungkas Made Arjana.

Pada kesempatan ini, juga dilakukan penandatanganan Deklarasi Lawan Narkoba oleh Bupati, Kepala BNNP Jatim, Forkopimda Tuban , dan Kepala BNNK Tuban. Peringatan HANI tahun 2019 dikemas dengan jalan sehat yang dimulai pukul 06.30. Start dan finish berlokasi di lapangan Watu Gajah Semanding. Bupati Tuban secara langsung menyerahkan salah satu hadiah utama kepada peserta jalan sehat yang beruntung.(@nt).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.