STRATEGI ALTENATIF PENGEMBANGAN KETAHANAN PANGAN GUNA MENGHADAPI WABAH COVID-19 DAN PASCA COVID-19 LEWAT LUMBUNG

1.145 Views

Hidup di zaman modern sekarang ini mungkin mendengar kata lumbung itu sudah sangat asing buat kaum milenial, namun ada juga beberapa masyarakat yang masih mengerti apa itu lumbung. Lumbung adalah sebuah bangunan mirip gubuk atau gudang yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan padi -padian atau bahan pangan, bukan hanya menyimpan padi – padian tapi kadang juga di gunkan untuk menyimpan pakan ternak. pada peradaban masa lampau, bangunan lumbung kebanyakan terbuat dari tanah liat atau dari bambu.

Lumbung sering di bangun dalam bentuk panggung dengan posisi kaki tinggi dari atas tanah yang gunanya berfungsi sebagai mencegah agar padi maupun bahan pangan tidak di makan sama binatang seperti tikus dan hewan liar yang berpotensi juga bisa merusak keberadaan lumbung serta agar bahan pangan tidak mudah rusak.

Masyarakat jaman dulu membuat lumbung untuk menghadapi masa pagebluk dan paceklik atau dalam istilah umumnya untuk menghadapi kurangnya hasil bumi. Sifat dari adanya lumbung ini bebas, maksudnya lumbung ini bisa di buat hanya untuk keluarga, untuk desa, bahkan untuk suatu wilayah besar yang mencakup sebuah Negara.

Lumbung merupakan salah satu peninggalan leluhur masa lampau dan merupakan kearifan lokal yang di miliki bangsa Indonesia, sudah seharusnya pemerintah memberi sosialisasi ataupun edukasi mengenai fungsi lumbung dan peran lumbung dalam menghadapi bencana non alam maupun bencana alam.

Sebagai Negara kepulauan yang rawan bencana baik itu alam maupun non alam, keberadaan lumbung sangatlah penting untuk menjaga keseimbangan ketahanan pangan. Namun seiring berkembangnya zaman yang semakin modern masyarakat sepertinya enggan atau tidak peduli tentang pentingnya lumbung, bahkan sekarang hampir di setiap keluarga tidak ada lumbung penyimpanan bahan pangan. Bahkan lumbung — lumbung di desa yang dahulu banyak di temukan sekarang sudah sangat jarang di temukan keberadaanya, hanya beberapa wilayah di Indonesia yang masih mempertahankan ke beradaanya dan tetap memfungsikannya dengan normal.

Contohnya seperti saat ini Indonesia terpapar wabah virus corona atau covid-19 yang mengakibatkan lumpuhnya semua kegiatan ekonomi dan perdagangan Negara. Hal ini sangat berdampak bagi Negara yang sedang dalam pembangunan seperti Negara Indonesia. meskipun langkah pemerintah tidak mengambil tindakan lockdown, jika menerapkan lockdown maka tidak bisa di bayangkan bagaimana perekonomian Indonesia lumpuh total dan lebih rumitnya Indonesia ini Negara kepualauan bukan Negara seperti singapura maupun brunei darusalam.

Sebab, Kalau menerapkan lockdown akan sangat memukul laju ekonomi Indonesia secara jangka pendek, melihat kasus virus corona yang terpapar di berbagai daerah tidak terlalu parah maka tidak perlu lockdown, masih cukup social distancing. Namun dalam perkembangannya virus ini sangat cepat menularnya sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk percepatan antisipasi penyebaran dan penanganan virus covid-19.

Dalam hal ini maka banyak masyarakat yang tidak bekerja dan menganggur karenan banyak yang libur karena adanya virus covid-19 ini, dengan banyaknya masyarakat yang tidak bekerja karena di liburkan maka mau tidak mau pemerintah harus bisa mencukupi masyarakat yang tidak bekerja dan memberi bantuan. Jika kita mengamati kondisi sekarang ini mungkin kita akan berfikir jika bencana non alam (wabah virus covid-19) tidak segera berakhir maka ada kemungkinan terburuk yang di alami Negara Indonesia, yang pertama akan mengalami krisis pangan maupun ekonomi, ke dua tingkat kriminalitas yang akan meningkat tinggi.

Resolusi altenatif untuk menghadapi krisis pangan sebenarnya bisa lewat lumbung, akan tetapi masih kurangnya pengetahuan akan fungsi lumbung membuat keberadaan dari lumbung di lupakan. Seharusnya pemerintah mengedukasi masyarakat akan banyaknya fungsi lumbung untuk menghadapi bencana alam maupun non alam.

Sehingga di era modern ini masyarakat modern lebih mempercayakan tentang ketahanan stock pangan hanya pada Negara. Jika terjadi pagebluk atau paceklik bahkan bencana alam masyarakat modern seperti sekarang sangat bergantung bantuan pemerintah untuk urursan pangan.

Pada akhir – akhir ini peran dari keberadaanya lumbung sudah mulai di pertanyakan lagi oleh banyak pihak dan masyarakat. Seakan – akan peran dari keberadaannya lumbung memang sudah tidak diperlukan lagi, mereka seperti melupakan jika negeri ini rawan berbagai bencana. sudah saatnya negeri ini belajar dari kejadian — kejadian masa lampau untuk menghadapi situasi paceklik atau bencana alam, bahkan pola pemikiran masyarakat Indonesia pada masa lampau lebih modern dari pola pemikiran masyarakat modern sekarang ini, Dari dahulu masyarakat kita menyimpan bahan pangan di lumbung tidak untuk bertujuan mencari untung atau profit.

Masyarakat kita membuat lumbung adalah untuk mitigasi bencana dan untuk tujuan sosial jikalau nanti bahan pangan itu tidak digunakan juga pasti akan turun mutu. Hampir tidak ada profit dari sistem lumbung jika kita tengok kebelakang untuk belajar sejarah dari kearifan lokal masyarakat Indonesia pada masa lampau.

BIODATA PENULIS
Nama : Saharuddin Fio Atmaja
Alamat : Ds. Mojokembang, Kec. Pacet, Kab. Mojokerto
Email : saharuddinfio@yahoo.com
Telepon : 085791403662
No Rekening : 041201043048503
Pekerjaan : Pelajar/Mahasiswa

1 thought on “STRATEGI ALTENATIF PENGEMBANGAN KETAHANAN PANGAN GUNA MENGHADAPI WABAH COVID-19 DAN PASCA COVID-19 LEWAT LUMBUNG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.