Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke -55 dan Hari Penglihatan Sedunia

37 Views

Tuban, RepublikNews.

Menempati gedung lantai 3 di ruang RH Ronggolawe Setda Tuban , kegiatan puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-55 dan Hari Penglihatan Sedunia tahun 2019  , pada Selasa ,03/12/2019.Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban menggelar talkshow bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dan Yayasan Paramitra tentang kesehatan mata.

Tidak kurang dari sekitar 270 orang undangan dari unsur 33 Kepala Puskesmas se Kabupaten Tuban, Penanggung jawab program mata Puskesmas , Kader Kesehatan mata , Yayasan Paramita dan CBM , Ketua Orbit dan Pertuni , Guru dan murid , memenuhi ruang pertemuan  gedung Setda Tuban,

Hadir pada puncak Peringatan ini Wakil Bupati Tuban, Kepala dan Sekretaris, serta jajaran struktural Dinas Kesehatan  Kabupaten Tuban, Pimpinan OPD , Direktur RS Umum dan Swasta , Ketua Perdami Jatim , Kepala BPJS kesehatan Tuban, Ketua Komatda Provinsi dan Komatda Tuban.

Diawali dengan Paduan Suara serta penampilan Senam Peregangan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban serta diikuti oleh hampir seluruh yang hadir ,Pada kesempatan ini  Wabup Tuban Ir.H. Noor Nahar Hussein.M.Si, secara simbolis memberikan kaca mata kepada 300 pelajar dari Yayasan Paramitra dan Crishtoffel Blinde Mission(CBM).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban , dr.H. Bambang Priyo Utomo dalam laporannya menyampaikan ,
Pelaksanaan ini adalah momentum yang baik, pihaknya bekerjasama dengan RS Nahdlatul Ulama Tuban akan menyelenggarakan operasi mata gratis bagi 150 penderita katarak di Kabupaten Tuban.

Kegiatan ini menjadi rangkaian kegiatan HKN yang diadakan sejak bulan Oktober lalu. Tidak hanya itu,  Dinkes Tuban juga masih akan mengadakan bakti sosial  yang dilaksanakan oleh  20 Puskesmas .

Talk show dengan tema mata sehat SDM unggul dalam kegiatan puncak peringatan HKN ke 55 dan Hari Penglihatan Sedunia tahun 2019 ini dipandu oleh dua orang moderator Dicky Saputra dan Rieke Antariksa serta menampilkan 5 orang nara sumber .


Salah satu nara sumber yaitu
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jatim, dr. Setya Budiono, M.Kes, menyampaikan jumlah penderita katarak di Jawa Timur sampai saat ini mencapai 400.000 orang.  Permasalahan katarak sering kali dipandang remeh oleh masyarakat umum, padahal kesehatan mata menjadi faktor penting dalam rangka peningkatan SDM.

“Katarak menjadi penyebab tertinggi kebutaan yang dialami masyarakat Jawa Timur , Pemprov Jatim juga telah menyediakan sejumlah Rumah Sakit khusus menangani katarak. Tidak hanya itu, Komatda Jatim yang didirikan bulan lalu juga mulai melakukan pemetaan terhadap persebaran penderita katarak di Jawa Timur , kami memberikan apresiasi khusus kepada Pemkab, Dinkes dan Komatda Tuban yang telah terlebih dahulu menginisiasi adanya upaya untuk memperhatikan kesehatan mata masyarakat.” tegas Setya Budiono.

Sementara itu , menjawab pertanyaan dari para audiens Wabup Tuban , Noor Nahar Hussein yang menjadi salah satu nara sumber  menyatakan, Pemkab Tuban terus berupaya menekan jumlah penderita katarak yang diperkirakan mencapai 10 ribu orang. Mereka kebanyakan berasal dari masyarakat miskin, dan usia lanjut (Lansia), akibat masih minimnya pengetahuan perihal penyakit katarak, termasuk pencegahan serta penanganannya.

“Oleh karena itu, perlu penguatan sosialisasi di masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap katarak,Pemkab akan memberikan bantuan untuk berobat bagi masyarakat miskin yang menderita katarak , saya menginstruksikan kepada Dinkes Tuban beserta jajaran lembaga terkait, melakukan pendataan warga yang terindikasi terkena katarak. Setelah divalidasi data tersebut akan menjadi dasar penentuan pemberian bantuan.” pinta Wabup.

Wabup juga menyampaikan terima kasih, dan apresiasi kepada Dinkes dan Komatda Tuban, serta Kader Mata yang terus memperhatikan aspek kesehatan mata masyarakat Kabupaten Tuban ,  Komatda yang dibentuk setahun lalu saat ini memiliki 500 kader mata tersebar di seluruh Tuban, mulai sekolah dan Puskesmas , Pemkab akan bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk menunjang upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satunya berkaitan dengan kesehatan mata masyarakat. Upaya ini sejalan dengan program provinsi untuk menurunkan jumlah penderita katarak di Jawa Timur.(@nt).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.