PELATIHAN UNTUK MENINGKATKAN KEAHLIAN PENGRAJIN ANYAMAN BAMBU

266 Views

NGAWI RepublikNews.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam meningkatkan pertubuhan perekonomian masyarakat desa serta dalam rangka meminimalisir angka kemiskinan di daerah, Pemerintah Kabupaten Ngawi terus melakukan berbagai upaya untuk membantu dan memberikan solusi kepada mssyarakat dalam bentuk kegiatan yang berbasis home industri kerajinan.

Melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian Dan Tenaga Kerja kabupaten Ngawi, pemerintah memberikan pelatihan  kepada empat puluh (40) pengrajin anyaman bambu untuk masyarakat warga desa Brubuh kecamatan Jogorogo Ngawi Jawa Timur.

Hal ini dilakukan mengingat warga desa Brubuh karena wilayahnya berada dipinggiran lereng gunung Lawu yang notabene banyak ditumbuhi pohon bambu yang merupakan bahan pokok pembuat kerajinan bahkan warga desa setempat memang sudah turun temurun sebagai pengrajin. Untuk itu kegiatan pelatihan ini diberikan dengan tujuan; untuk meningkatan segi keahlian warga dalam membuat kerajinan anyaman bambu mulai dari bentuk, kreasi bahkan bagaimana cara memasarkan produk yang dihasilkan oleh para pengrajin itu sendiri.

Kepala Bidang Perindustrian kabupaten Ngawi, Marita SE. dalam konsepnya mengatakan, “Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, dibutuhkan dukungan dari sumber daya manusianya” Oleh sebab itu untuk meningkatkan hasil kerajinan anyaman bambu yang bermutu dan berkualitas, diperlukan tangan yang benar – benar ahli dan profesional agar nantinya produk yang dihasilkan bagus dan mampu bersaing dipasaran.

Dan oleh karenanya pemerintah kabupaten Ngawi melalui anggaran dana cukai tahun 2019 ini, melakukan kegiatan pelatihan kepada masyarakat pengrajin anyaman bambu yang notabene memang sudah ada embrio pengrajin bambu di desa Brubuh ini.

Lebih lanjut Marita menambahkan, sengaja pelatihan ini mengambil seorang pelatih atau Instrutur bpk Suparno dari Magetan, karena beliau memang seorang yang mahir dan profesional dalam bidang krajinan anyaman. Bahkan hingga cara memasarkan produknya, oleh karenanya kita datangkan bapak Suparno, untuk memberikan ilmu dan keahliannya kepada masyarakat khususnya warga desa Brubuh yang pengrajin anyaman bambu ini.

Dengan demikian pemerintah berharap dengan adanya sumbangsih dalam bentuk pemberian pelatihan ini masyarakat bisa lebih menguasai cara membuat kerajinan anyaman bambu yang berkualitas bahkan mampu berenovasi dan berkreasi membuat kerajinan yang diminta oleh pasar sehingga nantinya hasil dari produk kerajinan ini bisa memberikan dan meningkatkan ekonomi warga automatis kehidupan warga naik, kemiskinan teratasi dan bisa diminimalisir.(dim/nur).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.