Di Duga…Galian Aktif Milik PT. FL Di Buat Ajang Pembuangan Limbah B3

51 Views

Gresik, RepublikNews – Dugaan terkait adanya aktivitas pembuangan Limbah B3 sembarangan dari salah satu perusahan SMB yang ada di wilayah Gresik di kuatkan dari hasil temuan awak media dan LSM.

Sabtu, 5 /11/2019 sekitar pukul 13.00 Wib LSM dan awak media RepublikNews setelah pulang dari kegiatan di Surabaya tanpa sengaja melihat salah satu 1 armada milik transportir PT. RK yang keluar dari salah satu perusahaan SMB di wilayah Gresik, yang berceceran di jalan dan menimbulkan aroma bau yang kurang sedap.

Rasa penasaran tim terhadap kegiatan armada tersebut langsung mengikuti armada tersebut sampai ketitik pembuangan /Dumping disalah satu galian diwilayah Gresik.

Sampai di lokasi tim memergoki ada Empat (4) armada yang lagi bongkar muatan. Tim mencoba konfirmasi ke salah satu sopir serta menanyakan soal manives maupun surat jalan ternyata tidak ada sama sekali.

Selang kemudian datanglah dua (2) orang yang  berinisial S dan K, salah satu mengaku sebagai oknum mantan kepala desa yang juga selaku bertanggung jawab disekitar lokasi galian tersebut.

Sewaktu di konfirmasi katanya galian tersebut sudah berdiri kurang lebih selama satu tahun dan diduga juga tidak berijin pasalnya mereka tidak bisa memperlihatkan dokumen sama sekali cuma menyebutkan bahwa pemilik lahan galian berinisial ST yang menurut keterangannya adalah oknum LSM dan mereka cuma sebagai pengurus.

Menurut pengakuan mereka galian tersebut memang di pakai untuk menampung pembuangan abu dan bukan limbah B3 pasalnya, yang  katanya abu tersebut berasal dari salah satu perusahaan yang ada diwilayah Driyorejo dan tiap hari bisa bongkar sebanyak empat (4) kali. Dan mereka juga berpesan agar terkait kegiatan pembuangan limbah tersebut jangan sampai terdengar pemilik lahan galian.

Sementara itu pemilik Lahan tambang inisial H. ST, saat di hubungi Pimpinan Redaksi RepublikNews via handphonenya mengatakan,” baru mengetahui kalau lahan tambangmya di gunakan untuk pembiangan limbah,”.

“saya sudah kontak langsung mantan lurah untuk swgera membersihkan lahan tambang saya dari limbah tersebut, besok pagi semua limbah harus di keluarkan bagaimanapun caranya dari lokasi tambang,”tegas H. ST

Seperti diketahui, Barang siapa melanggar dengan melakukan aktivitas pemindahan limbah bisa dipidana sesuai pasal 103 UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta PP Nomor 101 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara dan denda maksimal Rp 3 miliar.

Dalam hal ini untuk memastikan hukum terkait kegiatan pembuangan limbah sembarangan yang di duga adalah limbah B3, redaksi RepublikNews segera melayangkan surat konfirmasi kepada pihak perusahaan penghasil Limbah, Transporter PT. RK serta pemilik lahan galian dan bilamana tidak ada tanggapan Surat pengaduan ke Polda Jatim dan Penegak Hukum LHK Jatim juga akan di layangkan. Bersambung (Tim)…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.