Diduga Dikondisikan, Perangkat Desa dan BPD Tidak Hadir Saat Hj.Rumiasih beri pernyataan Resmi Telah Jual Beli Tanah TN dihadapan Ratusan Warga Desa Karangasem.

437 Views

Tuban, RepublikNews.

Warga desa Karangasem berkumpul di balai desa dalam rangka menindaklanjuti pertemuan sebelumnya pada,kamis,17/10/2019 dengan agenda mempertemukan kedua belah pihak  Hj.Rumiasih dan Pemdes desa Karangasem , yang mempermasalahkan terkait tanah seluas 2.500 m2 yang diklaim dimiliki oleh Hj.Rumiasih, warga desa Sambong gede Merakurak Tuban, namun sayang agenda pertemuan tersebut tidak dihadiri oleh Hj.Rumiasih , dan sesuai kesepakatan bersama,forum memutuskan menggelar kembali pertemuan pada , Sabtu,19/10/2019.

Baca juga : www.republiknews.id
Buku Kretek/Rincek Desa
Karangasem dipertanyakan

Forum pertemuan yang rencananya dimulai pukul.19.00 wib, tetapi sampai pukul 20.48 wib , pihak Pemdes tak satupun hadir, juga BPD Desa Karangasem juga tak ada yang hadir.Kamis,19/10/2019.

Media ini disela-sela acara mendapatkan info dari warga yang tidak bersedia di tulis namanya , jika pertemuan ini (diduga Dikondisikan) sengaja tidak dihadiri BPD dan Perangkat Desa, ” ini pak, bukti kalau BPD dilarang hadir, dan indikasinya ada unsur pengancamannya pak .” terang warga tersebut sambil menunjukkan isi percakapan di WhatsApp, serta status seseorang yang ada di group media desa setempat.

Sesuai pantauan media RepublikNews Tuban dilapangan, pertemuan itu dihadiri oleh Kapolsek Jenu ,AKP Elis Suindayani beserta beberapa anggota, Danramil Jenu , BUMDes , Tokoh Masyarakat, sekitar kurang lebih 300 warga desa Karangasem, dan Hj.Rumiasih beserta keluarga.

Tokoh masyarakat Desa Karangasem , H.Ainur Rofiq.S.Pd dalam penyampaiannya mengatakan jika ini semestinya gawenya BPD desa Karangasem , ” Satupun perangkat desa tidak hadir, BPD satupun juga tidak hadir, saya berharap masalah ini segera diselesaikan, tugas saya mengawal sudah selesai ,disini saya dan warga hanya ingin tau kejelasan ,sebenarnya tanah itu milik Hj.Rumiasih apa milik Tanah Negara , agar pembangunan wisata BUMDes segera terwujud di tanah itu.” pinta H.Rofiq.

Kapolsek Jenu, AKP Elis Suindayani dalam sambutannya menyampaikan ” sebenarnya ini adalah urusan internal pemdes dan masyarakat desa Karangasem, tugas saya mengamankan kegiatan ini agar berjalan dengan baik ,agar tidak ada keributan, saya berpesan jangan mudah dan gampang membuat status yang berbau provokator, pengancaman dan lain-lain yang merugikan diri sendiri dan orang lain.” pesan AKP.Elis.

“Saya berharap musyawarah ini berjalan dengan baik, jangan ada pengerahan masa, apalagi sampai muncul aksi anarkis, klau memang tidak bisa diselesaikan dengan musyawarah bisa ditempuh jalur hukum.” tegasnya.

Koordinator Warga yang juga Komisaris BUMDes desa Karangasem saat menyampaikan dihadapan warga mengatakan ” Saya Warga Karangasem,Saya cinta dan bangga jadi warga Karangasem , tapi saya bingung , Hj.Rumiasih merasa memiliki tanah tersebut ,Pemdes karena ada SPPT atas nama karis juga merasa memiliki, ini yang benar yang mana , semuanya tau bahwa itu adalah tanah waduk, tanah waduk kok didol,tanah waduk kok dipindahtangankan.” kata Pujiharto.

Pujiharto juga menyampaikan terkait posisi carik yang dinilainya diduga tidak prosedural,” Mari kita kembalikan aset desa Karangasem , kita Kembalikan waduk kedungkiter sesuai fungsinya.” tegasnya.(@nt).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.