Taman Wisata Suoh Terbakar, Di Duga Karena Putung Rokok

35 Views

Lampung Barat, RepublikNews – Sekitar 100 hektare tumbuhan ilalang di sekitar Danau Asam masuk wilayah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Kecamatan Suoh Kabupaten Lambar, habis terbakar pada Minggu (8/9/2019). Api diduga akibat putung rokok yang dibuang warga secara sembarangan saat berkunjung kelokasi tersebut.

Peratin Pekon Sukamarga Kecamatan Suoh Ahim Abdiani, S. Kom, membenarkan adanya kejadian kebakaran yang menghabiskan belukar ilalang yang ada di sekitar Danau Asam tersebut. Setelah mendapatkan informasi ada kebakaran ilalang tersebut pihaknya bersama dengan pihak TNBBS, Satgas Penangulangan Bencana Tingkat Pekon, Polisi Kehutanan, Babinsa, dan warga, serta pihak terkiat lainnya langsung menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman.

“Kebakaran itu diketahui sekitar pukul 15.15 dan hingga sore ini api belum bisa kita padamkan dan terus membesar serta merembet ke bagian dalam,” ujar Ahim

Terkait adanya musibah kebakaran itu, pihaknya bersama TNBBS dan masyarakat setempat melakukan upaya pemadaman dengan manual menggunakan selang, tang semprotan, dan alat seadanya. Upaya lainnya yang dilakukan yaitu dengan melakukan penyekatan, dimana di lokasi belukar yang belum terbakar dibersihkan agar api tidak merembet meluas.

“Musibah kebakaran ini, telah kita laporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPKD) dan harapannya api segera bisa dipadamkan,” ujar dia.

Atas kekjadian ini. Ahim mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak membuang putung rokok secara sembarang, mengingat saat ini musim kemarau sehingga belukar akan mudah terbakar.

“Kita minta agar masyarakat termasuk pengunjung lokais wisata yang ada di Kecamatan Suoh untuk berhati hati dan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Hal ini untuk mengantisipais terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas dia.

Sementara itu, Kepala Resort TNBBS Suoh Sulki mengatakan, pengunjung objek wisata Danau Asam kemarin cukup ramai dan kemungkinan kebakaran padang ilalang tersebut diduga akibat adanya warga yang membuang punting secara sembarangan.

“Untuk sementara ini lahan belukar yang terbakar mencapai 100 hektar dan kemungkinan bertambah, mengingat sampai sore ini api terus membesar dan merembet kebagian lainnya. Kami bersama bapak peratin Sukamarga, pengelola wisata, babinsa, dan masyarakat masih melakukan upaya pemadaman, semoga api cepat padam,” harap Sulki. (mat)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.