Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2019 dengan Tema” Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.

86 Views

Tuban, RepublikNews.

Bertempat di Aloon-aloon Tuban,Kamis,02/05/2019 dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional, diikuti jajaran TNI dan Polri, Pegawai Pemkab Tuban, Mahasiswa,Pelajar SMA dan SMP, Jajaran Forkopimda, Kepala OPD dan Kepala Sekolah dikecamatan Tuban, dan dikesempatan ini juga diberikan penghargaan kepada siswa dan Guru berprestasi.

Pada kesempatan ini Bupati Tuban H.Fathul Huda yang menjadi Inspektur upacara membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhajir Efendi yang bertemakan Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan.

Bupati menyampaikan bahwa peradaban dunia berkembang sangat cepat, hadirnya Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi cara hidup, bekerja, dan belajar.  Perkembangan teknologi  yang semakin canggih juga dapat  mempengaruhi  cara  berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik. “Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat, saat ini peserta didik didominasi Generasi Z yang terlahir di era digital  dan  pesatnya teknologi, mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. “Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.  Ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan.” jelas Fathul Huda.

Selaras dengan itu, kebudayaan sebagai basis pendidikan nasional semakin  kukuh dengan disahkannya  Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,  serta Kongres Kebudayaan tahun 2018 yang Implementasinya  diharapkan semakin meningkatkan ketahanan  budaya, meningkat pula dalam mengambil peran  di tengah peradaban dunia.

Penguatan karakter anak juga ditopang dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Kecintaan dan kebanggaan pada simbol-simbol negara itu harus terus ditanamkan agar mampu membentuk generasi yang kuat rasa nasionalismenya dan berjiwa patriot.

Lebih lanjut Bupati menuturkan bahwa sebagaimana telah disampaikan oleh Presiden  dalam  banyak kesempatan, perhatian pemerintah saat ini  mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia.  Di sini kekuatan sektor  pendidikan dan kebudayaan menemukan urgensinya. “Hal ini mengingatkan akan pentingnya pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan  dalam menciptakan  ekosistem  pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan  guna membingkai hadirnya sumberdaya-sumberdaya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan.

Tidak lupa, Bupati juga mengucapkan syukur, atas keberhasilan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak, tanggal 17 April 2019 yang lalu, yang sampai saat ini prosesnya masih berlanjut. Jika dilihat dari  sudut pandang pendidikan,  di dalam Pemilu terjadi proses  pembelajaran  bagi setiap warga Negara,  Proses  belajar yang pada hakikatnya adalah  momentum terjadinya perubahan tingkah laku menuju ke kedewasaan.

Dewasa dalam berdemokrasi sebagaimana Tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

“Adalah hal yang lumrah, dalam kontestasi demokrasi selalu meninggalkan jejak-jejak residual yang  bisa  menimbulkan keretakan  bahkan perpecahan. Dalam momentum seperti ini tanggung jawab nasional dipertaruhkan. Tanggung jawab untuk  selalu menjaga aset vital bangsa yang tak ternilai harganya, yaitu  semangat kerukunan,  persaudaraan, dan  persatuan.” Pesan Bupati.(@nt).

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.