Dinas Pertanian dan Kodim Kediri Mensukseskan Ketahanan Pangan Lewat Pelatihan

113 Views

Kediri,RepublikNews Dinas Pertanian Kabupaten Kediri bekerjasama dengan Kodim Kediri mengadakan pelatihan tanam padi dan jagung. Pelatihan tersebut diadakan di dua tempat, tanam jagung di Desa Kayen Lor dan tanam padi di Desa Sukoharjo, kedua desa tersebut berada di Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.

Danramil Plemahan Kapten Arh Ajir dalam penjelasannya, lahan yang digunakan untuk pelatihan tersebut berstatus milik warga setempat, dan dalam penggunaannya sendiri sudah seijin si pemilik. Lahan seluas 1 bahu atau 7.000 meter persegi di Desa Sukoharjo berstatus milik Wagino, dan lahan seluas 0,5 bahu atau 3.500 meter persegi di Desa Kayen Lor berstatus milik Nur Rokim.

Penggunaan lahan di Desa Sukoharjo maupun di Desa Kayen Lor untuk pelatihan tersebut, disesuaikan fungsi tanam dari si pemilik lahan. Sedangkan pengadaan bibit, pupuk maupun alsintan (alat mesin pertanian) berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Kediri.

Sebagaimana diutarakan Joko Tri Raharjo, KJFP (Kelompok Jabatan Fungsional Penyuluh) Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, pelatihan ini diadakan atas kerjasama Dinas Pertanian Kabupaten Kediri dengan Kodim Kediri. Pelatihan diadakan tidak lepas dari upaya mensukseskan program ketahanan pangan, khususnya pendampingan Babinsa dengan petani ditiap-tiap desa.

“Dinas Pertanian Kabupaten Kediri bekerjasama dengan Kodim Kediri mengadakan pelatihan tanam padi dan jagung. Pelatihan  ini diadakan dalam rangka mensukseskan program ketahanan pangan di Kabupaten Kediri,” jelasnya.

Dikatakannya, pelatihan ini diadakan sehari dan diikuti 125 personil Koramil jajaran Kodim Kediri. Dalam praktek dilapangan, Dinas Pertanian Kabupaten Kediri menurunkan orang-orang yang berkompeten dibidangnya, dari penggunaan alsintan, pemilihan bibit berkualitas, teori tanam padi, holtikultura maupun jagung, hingga teknik hingga takaran pupuk.

“Pelatihan ini diikuti 125 orang dan kita dari Dinas Pertanian menerjunkan orang-orang sesuai bidangnya. Kita disini menyampaikan teori secara benar dan tepat, dari tanam, pemakaian alsintan sampai pupuk,” sambungnya.

Khusus untuk teori tanam holtikultura, lebih difokuskan pada tanam dasar, dan dilakukan di Desa Kayen Lor, bersamaan dengan teori tanam jagung. Sedangkan tanam padi dan jagung, lebih difokuskan bagaimana tanaman tersebut bisa tumbuh secara normal sesuai jarak antar bibit dan kedalaman tanah.

Tanam padi di Desa Sukoharjo, dilakukan secara manual alias tanpa penggunaan alsintan. Saat praktek, bibit padi ditanam serempak dari arah yang sama. Tanam serempak tersebut dilakukan secara bergelombang dan tiap gelombang diikuti 25 orang. (dodik)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.